Mendagri Resmi Melantik Nata Irawan, SH, MSi Jadi Penjabat Gubernur Banten


Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo secara resmi melantik Nata Irawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Banten, di Gedung Sasana Bhakti Kemendagri, Jalan Merdeka Barat, Jakarta.

Pelantikan Penjabat ini berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) RI No 6/P Tahun 2017 tentang pemberhentian dengan hormat sisa masa jabatan gubernur Banten periode 2012-2017 dan pengangkatan penjabat Gubernur Banten sampai dilantiknya gubernur definitif periode 2017-2022

Pelantikan Pj Gubernur Banten dilaksanakan berbarengan dengan pelantikan Pj Gubernur Papua Barat Eko Subowo dan Pj Gubernur Gorontalo Zudan Arifatullah.

"Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban saya sebagai penjabat Gubernur Banten dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturanya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat nusa dan bangsa," ucap Nata Irawan saat diambil sumpahnya oleh Mendagri Tjahyo Kumolo atas nama Presiden RI Joko Widodo.

Mendagri Tjahyo Kumolo dalam sambutannya,  memberikan sejumlah catatan untuk Penjabat Gubernur Banten Nata Irawan. Pertama,  Mendagri meminta kepada Nata Irawan  untuk bisa  menjalankan pemerintahan, dan membangun tata kelola hubungan pemerintahan pusat dan daerah dalam penguatan otonomi daerah. 

"Di pemerintah daerah pimpinan tidak hanya gubernur atau pejabat di lingkingan pemerintah saja, namun ada Kepolisian, Panglima atau Komandan Korem,  Kejaksaan, tokoh masyarakat,  tokoh adat dan tokoh agama. Koordinasi dengan unsur-unsur pimpinan itu dalam setiap pengambilan kebijakan," ujar Mendagri.

Selanjutnya, Mendagri meminta agar Penjabat Gubernur Banten bisa mensukseksan penyelengagaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten tahun ini. "Lebih khusus lagi kami tegaskan,  tugas bersama adalah mensukseskan pilkada serentak.  Pilkada serentak ini sukses kalau mampu mengorganisir masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam pemilihan kepala daerah," ungkapnya. 

"Ketiga,  jaga netralitas PNS untuk tidak memihak,  tidak kampanye, dan tidak menggunakan fasilitas negara untuk kemenangan kampanye sehingga pilkada bisa berjalan dengan demokratis, aman. 
"Saya percaya saudara bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tugas yang diberikan," sambung Mendagri.

Penjabat Gubernur Banten Nata Irawan mengaku akan memaksimalkan peranya sebagai Penjabat Gubernur Banten hingga dipilihnya Gubernur definitif hasil Pemilukada serentak. 

"Saya akan menyelenggarakan tugas pemerintahan, yang baik akan kita teruskan, dan yang kurang baik mari kita disukusikan dengan berbagai SKPD, tentu program pembangunan kegiatan termasuk anggarannya itu semua adalah dalam rangka untuk mensejahterakan masyarakat banten itu sendiri," ujar Nata Irawan.

Nata menegaskan, bersama seluruh unsur lembaga dan masyarakat akan membantu penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilukada 15 Februari mendatang.

"Kita dibanten yang paling utama adalah meningkatkan partisipasi (Pemilih)nya lebih baik. Kalau tahun lalu partisipasinya kisaran 60an persen, tahun ini di pilgub banten 2017 ini kita targetkan partisipasinya diatas 70 persen," kata Nata Irawan.

Menurut Nata, perlu ada kiat khusus untuk meningkatkan partisipasi pemilih, terutama pemahaman masyarakat banten tentang pentingnya pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur banten.

"Perlu ada upaya khusus yang dilakukan KPUD untuk memb erikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa pemilu yg dilakukan dibanten ini adalah pemilu yang dilakukan dengan cara baik dan menghasilkan pimpinan yang sesuai harapan," katanya.

Nata Irawan juga menegaskan, sebagai Penjabat Gubernur Banten pihaknya tetap berpegang teguh menjaga netralitas dalam pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

"Posisi saya tetap dalam posisi netral, tidak boleh ada dikiri atau dikanan, dan sikap itu sudah saya tunjukan selama 2 bulan ini menjabat sebagai pelaksana tugas gubernur banten. Termasuk politik uang yang disampaikan Mendagri itu juga sangat penting, nanti saya akan berkoordinasi dengan Bawaslu," ucapnya.

Pelantikan ini juga dihadiri  Gubernur Banten sisa masa jabatan periode 2012-2017 Rano Karno, Wakil Walikota Tangsel, Benjamin Davnie, Wakil Walikot Cilegon Edi Eriyadi, Wakil Walikota Serang Sulchi Khoir, Wakil Walikota Tangerang Syahrudin, Bupati Tangerang Zaki Iskandar, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Bupati Pandeglang Irna Narulita Dimyati, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, Wakil Ketua DPRD Banten Muflikhah & Ali Zamroni, Sekda Banten Ranta Suharta beserta Kepala SKPD dilingkungan Pemprov Banten, serta Forkompida Banten.


Jadwal Sholat


Prakiraan Cuaca


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Peta


Statistik Kunjungan


Kritik dan Saran