2021, PDAM Tirta Albantani Gunakan Sumber Air Sungai Ciujung

2021, PDAM Tirta Albantani Gunakan Sumber Air Sungai Ciujung

SERANG - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Al Bantani akan melakukan terobosan baru dengan mengolah langsung sumber air Sungai Ciujung pada 2021. Hal itu dilakukan agar produksi air minum tersebut tidak terganggu dengan berbagai kondisi yang terjadi di saluran irigasi.

“Insyallah 2021 mudah mudahan kita mulai buat pengolahan langsung air dari Ciujung. Diharapkan pada tahun 2021 PDAM tidak terkendala air baku dari irigasi,” ujar Staf Direktur PDAM Tirta Al Bantani Rahmat Hidayat kepada Kabar Banten, Jumat (15/11/2019).

Dengan demikian kata Rahmat, pada musim hujan atau kemarau produksi air bersih akan tetap bisa mengalir kepada masyarakat pelanggan. Sumber air dari Ciujung ini nantinya akan mengatasi masalah air di wilayah Pamarayan Barat hingga Utara. “Karena yang terdampak barat sampai utara dan Bojonegara, mudah mudahan bisa atasi itu,” ucapnya.

Sedangkan untuk wilayah timur kata dia, tidak terlalu terdampak dengan adanya rehabilitasi irigasi, sekalipun adanya buka tutup saluran. “Timur tetap (sumbernya) dari irigasi, hanya kita sudah kerjasama dengan pihak ketiga agar menyediakan air bersih untuk disalurkan pada pelanggan. Mereka yang siapkan kita yang distribusikan dan sudah berjalan. PT SCTK di Cijeruk Kibin pihak ketiganya. Kita terima air bersih dan mendistribusikan ke pelanggan,” tuturnya.

Sedangkan untuk wilayah Pontirta kata dia, akan tertangani dengan revitalisasi Kalimati atau Ciujung lama. “Ide bupati soal normalisasi Kalimati mudah-mudahan jadi solusi ketersediaan air baku di Pontirta. Kalau irigasi kan tiap tahun ada perbaikan,” ujarnya.

Disinggung soal kerap adanya limbah industri yang dibuang di Ciujung, Rahmat mengatakan, untuk pembuatan tandon air ini sudah dilakukan analisa sebelumnya. Sehingga tandon diambil pada wilayah paling atas Ciujung yang tidak terkena limbah. “Hasil kajiannya dimungkinkan tidak kena limbah wilayahnya,” katanya.

Ia mengatakan, tidak mengetahui berapa besaran biaya yang digunakan untuk membuat tandon dari Ciujung tersebut. Sebab, hampir semua intage dibangun langsung oleh KemenPUPR. “Jadi kita soal anggaran kurang hafal juga. Sama kaya yang lain dibangun pusat kemudian serah terima ke PDAM,” ucapnya.

Saat ini lanjutnya, proyek tersebut sudah mulai pengerukan atau cut and fill. Proyek ini merupakan usulan dari Direktur Utama PDAM Wahyu Prihantono kepada Pemerintah Pusat melalui pemkab. “Dari awal 2017 (Usulannya) ketika melihat kondisi air baku harus dari Ciujung,” katanya. 

 

Sumber : https://www.kabar-banten.com/2021-pdam-tirta-albantani-gunakan-sumber-air-sungai-ciujung/