Andika: 30.054 Pekerja di Banten Kena Imbas Covid-19

Andika: 30.054 Pekerja di Banten Kena Imbas Covid-19

SERANG – Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengeluhkan adanya pandemi COVID-19 bukan hanya berdampak pada kehidupan sosial masyarakat tetapi juga perekonomian masyarakat.

Terlebih ditetapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sebagian wilayah di Provinsi Banten yang memaksa 19 pusat perbelanjaan atau supermarket dan mall menghentikan aktivitasnya. Hal itu juga berdampak pada dirumahkannya para karyawan yang mencapai 30.054 orang.

“Semoga ini menjadi perhatian dan tolok ukur pemerintah pusat, untuk dapat menentukan arah kebijakannya,” harap Andika saat menerima donasi dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang diwakili langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (18/5/2020).

Sumber : https://www.bantennews.co.id/andika-30-054-pekerja-di-banten-kena-imbas-covid-19/

Dipaparkan Andika, di tengah pandemi COVID-19 tuntutan agar pemerintah daerah mampu dan secepatnya merealisasikan program perlindungan sosial khususnya bantuan sosial kepada masyarakat terdampak. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tetap memprioritaskan penanganan kesehatan dan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak COVID-19 serta penanganan dampak ekonomi.

Sembilan jenis bantuan jaring pengaman sosial (JPS) bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Banten, antaranya adalah, Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 286.861 keluarga penerima manfaat (KPM), Kartu sembako/ Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk 585.587 KPM, Bantuan sembako untuk guru ngaji Kemenag untuk 1.250 orang, Bantuan sembako Presiden untuk 117.619 KPM, Bantuan dana desa diperuntukan bagi 177.045 KPM, Kartu pra kerja untuk 26.118 orang, Bantuan sosial Tunai dari Kemensos untuk 465.509 KK, bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Banten untuk 421.177 KK dan bantuan sosial dari Kota/ Kabupaten untuk 348.578 KK.

Meski begitu, Andika juga memastikan, aktifitas perdagangan khususnya pasar rakyat tetap dibuka. Hal itu ntuk memastikan roda perekonomian masyarakat agar tetap berjalan. Hal itu juga sesuai harapan Kemendag yang menginginkan pasar tradisional tetap buka di tengah pandemi COVID-19.

Namun, dalam pelakasanaanya, Andika berpesan agar masyarakat dan para pelaku usah tetap mematuhi SOP kesehatan dan protokol penyebaran COVID-19 harus tetap dijalankan dengan ketat dan disiplin.

Lebih lanjut Andika mengatakan, Pemprov Banten juga terus melakukan pemantuan keetersediaan dan harga bahan pangan di pasaran, terlebih menjelang hari raya idul fitri.

“Harga bahan pokok rata-rata bulan April-Mei masih normal,” kata Andika.