ASN Milenial Jangan Terjebak Sisi Negatif Digitalisasi

ASN Milenial Jangan Terjebak Sisi Negatif Digitalisasi

SERANG - Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa meminta, agar aparatur sipil negara (ASN) dari kalangan generasi milenial tidak terjebak dalam sisi negatif digitalisasi. Hal tersebut dikarenakan generasi milenial termasuk di kalangan ASN yang paling banyak memanfaatkan komunikasi digital dalam kehidupan sehari-hari.

“Tentunya kalangan ASN anak milenial yang kelahiran 90 ke sini, mereka itu anak-anak digital, mereka itu sangat intens memanfaatkan komunikasi digital. Saya harapkan mereka tidak terjebak sisi negatif digitalisasi informasi, karena ada sisi positif dan negatif,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda di Pendopo Bupati Serang, Senin (28/10/2019).

Ia menuturkan, generasi milenial tersebut, harus mampu membuat filter untuk menyaring berbagai dampak positif dan negatif. Filter tersebut dapat dibentuk ketika kami berhasil membangun karakter.

Ia menjelaskan, dalam peringatan Sumpah Pemuda tersebut, sebagai amanat Menpora, bahwa pemuda harus memberikan warna, membuat terobosan, dan bukan hanya mewarnai sejarah bangsa, tetapi juga dunia. Kemudian, ujar dia, tidak boleh dilupakan, bahwa negeri ini bisa merdeka, karena kiprah pemuda. Oleh karena itu, ucap dia, idealisme pemuda pada 1928 itu harus dipelihara.

“Ideologi pragmatisme yang sekarang menggejala harus dikikis. Idealisme teguh pada sikap dan karakter dan berkepribadian dan berani menanggung risiko ketika kami berjuang pada keyakinan itu harus dijaga dan itu milik pemuda,” tuturnya.

Kemudian, kata dia, pembinaan terhadap generasi muda harus terus digalakkan. Ia melihat role model pembinaan yang baik ada pada Pramuka.”Menurut saya yang terbaik Pramuka. Dari sana kami dilatih kerja kolektif belajar mandiri, disiplin memecah persoalan, dan tidak cengeng,” ujarnya.

Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang Bahrul Ulum mengatakan, pemuda Banten khususnya di Kabupaten Serang perlu ikut andil dalam pembangunan daerah. Hal tersebut, perlu dilakukan untuk memajukan daerah.

“Pemuda saat ini harus ikut membantu, ikut andil dalam pembangunan daerah, supaya daerahnya bisa lebih maju dari wilayah lain,” ucapnya kepada Kabar Banten, Senin (28/10/2019).

Ulum yang juga Ketua Karang Taruna Kabupaten Serang tersebut mengungkapkan, pemuda juga perlu memiliki rencana matang untuk masa depan dirinya dan bangsanya. Pemuda perlu aktif dalam perubahan, sebab mereka merupakan penerus kemajuan daerahnya.

“Kabupaten Serang juga tidak terlepas dari peran para pemudanya. Namun, jika semua sudah direncanakan akan sangat mudah untuk menentukan alur akan dibawa ke mana bangsa ini,” tuturnya.

Menurut dia, peran pemuda menjadi penentu untuk kemajuan negara atau daerah, sehingga bimbingan dari orangtua juga dibutuhkan, agar memiliki keputusan yang tepat saat membuat konsep kemajuan daerah. Salah satunya mereka juga didorong untuk melakukan inovasi untuk kemajuan di daerahnya.

 

Sumber : https://www.kabar-banten.com/asn-milenial-jangan-terjebak-sisi-negatif-digitalisasi/