Di Provinsi Banten, Satu Kepala Sekolah Tangani Tiga Sekolah

Di Provinsi Banten, Satu Kepala Sekolah Tangani Tiga Sekolah

Sebanyak 43 Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banten dipimpin pelaksana tugas (plt). Akibat banyaknya kekosongan tersebut, bahkan terdapat satu kepala sekolah (kepsek) yang merangkap jabatan hingga sampai menangani tiga sekolah.

Hal itu terungkap dalam audiensi Dewan Pendidikan Banten dengan DPRD Banten di Ruang Ketua DPRD Banten, Sekretariat DPRD Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (22/1/2020).

Dalam audiensi itu, Dewan Pendidikan Banten juga mengungkapkan jumlah pengawas yang lebih sedikit dibandingkan jumlah sekolahnya.

“Malah yang paling dahsyat adalah satu kepala sekolah menangani tiga sekolah. Saya pikir ini juga yang sudah lama kita sampaikan dari dua bulan lalu. Plt segera ditindaklanjuti karena biar maksimal. Kalau kita ingin membangun Banten yang harus dibangun adalah sumber daya manusianya,” ujar Ketua Komisi V DPRD Banten M Nizar.

Berdasarkan catatan Komisi V DPRD Banten, sekolah yang dipimpin plt tak kurang mencapai 43 sekolah.

“Untuk membangun sumber daya manusia, maka pendidikannya harus ditingkatkan. Kalau kita ingin pendidikan berkualitas, maka maksimalkan semua potensi. Jadi saya pikir, saya minta gubernur untuk segera mendefinitifkan plt kepala sekolah yang ada di Banten,” katanya.

Terkait jumlah jumlah pengawas yang tak sesuai dengan kebutuhan, politisi Gerindra ini menganggap, hal itu sebagai informasi baru. Informasi inipun akan ditindaklanjuti dengan cara memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten.

“Nah sekarang ini ada masukan baru lagi nah kita akan konsep untuk bagaimana penanganan ke depan, dalam minggu ke depan kita akan panggil dindik mempertanyakan pengawasan sekolah,” ucapnya.

Ketua DPRD Banten Andra Soni berharap, Dewan Pendidikan Banten memberikan rekomendasi kepada DPRD Banten guna perbaikan pendidikan ke depan.

“Selama ini kami belum pernah mendapat rekomendasi dari dewan pendidikan. Oleh karena itu, kami mengharapkan rekomendasi yang diberikan kepada pemerintah juga diteruskan kepada DPRD, supaya kami bisa menindaklanjutinya,” tuturnya.

Sebelumnya, Dewan Pendidikan Banten melaporkan jumlah pengawas sekolah di Banten dari tingkat SD sampai dengan SLTA tak sesuai dengan kebutuhan. Rasio jumlah pengawas yang lebih sedikit dibanding dengan jumlah sekolah, berdampak terhadap pengawasan sekolah menjadi kurang berjalan optimal.

Tak sebanding

Ketua Dewan Pendidikan Banten Dadang Setiawan menuturkan, rasio jumlah pengawas sekolah tak berbanding dengan jumlah sekolah yang harus diawasi.

“Pasti kalau namanya kurang kan, lebih sedikit pengawasnya dibanding jumlah sekolahnya. Semua pengawas itukan semua dari jenjang SD,” katanya kepada wartawan.

Kekurangan tersebut didasarkan pada perhitungan jumlah pengawas dengan rasio sekolah yang harus diawasi, sebagaimana diamatkan oleh Permendikbud.

“Dulu itu 1 pengawas mengawasi 15 sekolah, kalau sekarang 1 pengawas 7 sekolah, kira-kira segitu saya kurang tahu update terbaru. Paling tidak jangan terlalu jauh,” ujarnya.

Dia memandang kehadiran pengawas sekolah tak bisa dianggap remeh. Mereka memiliki peran pengawasan sekaligus pembinaan guna mendukung kemajuan pendidikan.

“Intinya bahwa pengawas sekolah itu karena fungsinya pembinaan dan penilaian terhadap pendidik, itu harus sesuai rasio yang memang yang ditetapkan oleh permen,” ucapnya.

Kekurangan atau ketidaksesuaian rasio pengawas dengan jumlah sekolah yang harus diawasi berdampak pada kurang optimalnya pengawasan. Meski demikian, kekurangan tersebut bukan persoalan yang terlalu besar mengingat peran pengawas masih bisa dihandel oleh kepala sekolah.

“Kan di situ ada kepala sekolah, fungsinya hampir (sama),” ucapnya.

Dia juga menekankan, meski kekurangan pengangkatan pengawas baru harus memperhatikan kompetensi.

“Sama dengan kepala sekolah kan harus ada standar kompetensi yang harus dimiliki, tidak boleh mengangkat kepala sekolah tanpa kompetensi,” tuturnya.

Sumber : https://www.kabar-banten.com/di-provinsi-banten-satu-kepala-sekolah-tangani-tiga-sekolah/