Dukung Kreativitas Anak Muda, Pemprov Bangun GOR Khusus

Dukung Kreativitas Anak Muda, Pemprov Bangun GOR Khusus

SERANG – Pemprov Banten akan memfasilitasi pengurus dan atlet olahraga elektronik (esports), berupa gedung olah raga (GOR) khusus di kawasan Sport Center milik Pemprov Banten.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, saat menghadiri pelantikan pengurus daerah Indonesia Esports Association (IESPA) Provinsi Banten periode 2020-2025 di Dwiza Resto, Kota Serang, Selasa (4/2).

Menurut Andika, pemprov selalu mendukung kegiatan olah raga yang dapat memajukan kreatifitas anak muda. Pembangunan sport center sengaja dilakukan untuk memfasilitasi kegiatan berbagai cabang olah raga, untuk meningkatkan prestasi para atlet.

“Termasuk cabang olahraga esport, rencananya akan disediakan GOR khusus di kawasan sport center. Dengan harapan kedepannya banyak talenta dari Banten bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional,” kata Andika.

Sebelum membangun GOR khusus esport, lanjut Andika, pengurus asosiasi esport wajib melakukan berbagai upaya untuk meyakinkan masyarakat Banten bahwa esports adalah kegiatan yang positif bagi generasi muda.

“Banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan oleh pengurus asosiasi esports, sebab olahraga ini belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat terutama orang tua,” tegasnya.

Dikatakan Andika, sosialisasi perlu dilakukan agar para orang tua dan masyarakat tidak memandang esport hanya sebatas permainan digital di komputer atau ponsel, yang menghabiskan waktu para anak muda.

“Kalau perlu, pengurus asosiasi menyelenggarakan forum diskusi dengan MUI, komisi perlindungan anak, pihak sekolah dan pihak terkait lainnya membahas esport yang selama ini masih terkesan hanya maen games dan menghabiskan waktu,” tuturnya.

Andika berharap, IESPA Pengda Provinsi Banten ini nantinya bisa menjadi wadah untuk menempatkan suatu program esports menjadi kegiatan positif. 

“Bagaimana pun juga, esports telah digandrungi anak muda di dunia, bahkan sudah diakui dalam event olahraga internasional,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Andika mengimbau generasi muda Banten yang berbakat di dunia esports untuk menggelulitanya secara profesional.

“Saya tadi diskusi dengan Ketua Umum IESPA Pusat, bahwa atlet esports profesional cukup tiga jam sehari main games. Sementara yang bukan atlet malah siang-malam main games. Ini yang perlu diarahkan oleh pengurus IESPA,” imbau Andika.

Usai dilantik, Ketua IESPA Pengda Banten Ucu Nur Arif Jauhar mengatakan, pihaknya siap melakukan sosialisasi untuk meyakinkan masyarakat bahwa esport merupakan kegiatan yang positif.

“Kami sudah agendakan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Ini penting karena pelajar SMP dan SMA/SMK sangat gemar bermain game tapi belum serius untuk menjadi atlet profesional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebelum dilantik menjadi pengurus IESPA, para gamers di Banten sudah aktif melakukan sosialisasi.

“Tahun 2019 kami sudah menyelenggaran FGD tentang esports. Kami juga telah menggelar kompetisi esports tingkat provinsi. Banyak anak muda berbakat di Banten, namun olahraga elektronik ini masih dianggap kegiatan negatif oleh sebagian masyarakat,” ujarnya.

Ucu pun bertekad selama lima tahun ke depan, pengurus IESPA Banten akan bekerja keras menyiapkan calon-calon atlet esports profesional, yang bisa berprestasi di kancah nasional dan internasional.

“Kami tidak akan banyak menuntut perhatian dari pemerintah. Kami akan fokus pada peningkatan prestasi. Kalau itu tercapai, insya Allah pemprov akan memfasilitasinya,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua Umum IESPA Pusat, Eddy Lim dalam sambutannya mengatakan, dalam lima tahun terakhir, perkembangan industri esports telah memberikan banyak manfaat bagi orang banyak. Salah satunya menciptakan lapangan pekerjaan baru yang begitu beragam.

“Tak hanya menjadi atlet di industri ini, seseorang juga dapat berperan sebagai organizer, shoutcaster, konten kreator, dan berbagai profesi lain sesuai talenta. Tinggal bagaimana kita berpikir kreatif serta mengasah keahlian agar bisa masuk ke bidang-bidang tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, pengurus IESPA Banten merupakan pengurus provinsi yang ke-24 yang telah dibentuk IESPA pusat.

“Kita targetkan tahun ini IESPA ada di 34 provinsi, karena di pemerintah pusat telah dibentuk PB Esports,” tegasnya.

Eddy pun sempat menyinggung tanggapan miring soal esports dari masyarakat.

“Dulu olahraga beladiri sebelum diakui sebagai olahraga prestasi, sering dinilai negatif karena anak muda jadi doyan berantem. Sekarang orang tua mendukung anaknya jadi atlet beladiri. Itu pun akan berlaku dengan esports, sebab esports sudah diakui sebagai olahraga prestasi di dunia,” tuturnya.

Sumber : https://www.radarbanten.co.id/dukung-kreativitas-anak-muda-pemprov-bangun-gor-khusus/