Eks Pendopo Direvitalisasi, Rumah Dinas Gubernur Banten Dijadikan Wisma Tamu

Eks Pendopo Direvitalisasi, Rumah Dinas Gubernur Banten Dijadikan Wisma Tamu

SERANG, (KB).- Rumah dinas (rumdin) Gubernur Banten di kawasan eks pendopo, di Jl. Brigjen Syam’un Kota Serang, akan difungsikan menjadi wisma atau rumah singgah bagi tamu kenegaraan maupun pejabat pemerintah pusat.

Untuk menunjang hal tersebut, bekas kantor pemerintahan tersebut direvitalisasi dengan anggaran Rp 5,843 miliar.

Berdasarkan pantauan Kabar Banten Kamis (12/9/2019), sejumlah bangunan di kawasan cagar budaya tersebut direhab. Tampak para pekerja sedang melakukan pengecatan, memasang granit, plafon, membangun musala, pekerjaan interior dan lainnya.

Pada papan proyek yang terpasang di lokasi tersebut tertera informasi paket pekerjaan yaitu revitalisasi kawasan setda/pendopo lama Provinsi Banten dengan nilai kontrak Rp 5.843 miliar.

Proyek yang dilaksanakan kontraktor CV Kiandra Jaya Abadi tersebut ditargetkan rampung selama 135 hari kalender. Pekerjaan tersebut juga didampingi oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Banten.

Kasubag Pemeliharaan dan Distribusi pada Biro Umum Setda Banten Sofan Hero Octora mengatakan, rumdin gubernur akan dijadikan sebagai tempat singgah bagi tamu-tamu kenegaraan ketika berkunjung ke Banten.

“Itu rencana Pak Gubernur. Nanti kalau ada kunjungan dari tamu negara bisa istirahatnya di sini. Semacam wisma. Jadi enggak perlu lagi ke hotel,” ujarnya, ditemui di lokasi.

Pekerjaan tersebut, kata dia, difokuskan pada dua ruangan rapat dan rumdin. “Revitalisasi ini lebih fokus pada dua ruangan rapat dan rumdin. Pemprov kan belum punya ruangan rapat yang representatif. Maka dengan adanya ruang rapat di sini nanti bisa untuk rapat-rapat koordinasi,” ucapnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten. “Revitalisasi ini kan hanya perbaikan yang rusak saja. Tidak mengenyampingkan cagar budayanya. Kami juga libatkan Balai Cagar Budaya,” ucapnya.

Saat ini, progres pekerjaan revitalisasi sudah mencapai 70 persen. “Diharapkan akhir Oktober, atau paling telat November sudah selesai,” kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek tersebut.

Lima pelaksana

Sementara, salah seorang pelaksana proyek H. Edi mengatakan, dirinya mengerjakan bongkaran, pemasangan genteng, dan atap.

“Kalau saya nyiapin tenaga kerja saja. Untuk bongkaran, pasang atap, lisplang. Pekerjaan lainnya ada lagi pelaksananya, ada lima pelaksana. Kontraktornya sih satu. Ini juga enggak semua dikerjain, nanti mungkin ada penebangan ranting pohon beda lagi yang ngerjain,” kata Edi, ditemui di lokasi.

Menurutnya, revitalisasi dilakukan karena rencananya bangunan tersebut akan difungsikan sebagai tempat rapat-rapat.

“Katanya mau ditempatin lagi, ini buat rapat. Ada dua ruang rapat, yang kapasitasnya 50 orang dan 100 orang. Rumah dinas gubernur sama, ada pengecatan, pasang granit. Kan itu pada kena rayap semua, lemari sudah pada hancur,” ujarnya.

Diketahui, rumdin yang cukup megah tersebut belum pernah sama sekali digunakan sejak era Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pembangunan fisik rumdin gubernur tersebut senilai Rp 16,14 miliar.

Selain itu, untuk anggaran interior rumah dinas senilai Rp 5.998.700.000. Di luar anggaran interior, terdapat anggaran khusus untuk pengadaan CCTV sebanyak dua unit senilai Rp 200 juta. (RI)*

Sumber : https://www.kabar-banten.com/eks-pendopo-direvitalisasi-rumah-dinas-gubernur-banten-dijadikan-wisma-tamu/