Enam Mahasiswa Banten Selamat, Satu Tertahan di Bandara Shanghai

Enam Mahasiswa Banten Selamat, Satu Tertahan di Bandara Shanghai

SERANG – Enam dari tujuh mahasiswa asal Banten yang kemarin dipulangkan dari China ke Indonesia melalui Bandara Internasional Pu Dong, Shanghai, berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Berdasarkan keterangan tiket pesawat yang diperoleh Radar Banten, keberangkatan tujuh mahasiswa tersebut dari Bandara Pu Dong pukul 08.15 waktu setempat. Penerbangan mereka tak langsung ke Indonesia, melainkan transit terlebih dahulu di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand pukul 14.25 waktu setempat. Kedatangan mereka di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten diketahui sekira pukul 17.55 WIB.

Melihat postingan Instagram Rifani (@rifani_99), ketujuh mahasiswa sempat mengunggah foto bersama di Bandara Internasional Pu Dong, Shanghai. Mereka membuat unggahan video ucapan terima kasih kepada Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, dan Walikota Serang Syafrudin atas perhatiannya memulangkan mereka. Di postingan Intagram Story lain terlihat, ketujuh mahasiswa berfoto bersama dengan menandai tiap orang dalam foto. Ketujuh mahasiswa tersebut diketahui, Rifani, Herawati, Rio Priyanto, Muhammad Pajar, Ernawati, Kristi Prihartini Dewi, Kenny Eliezer Jaya,  Soelthan Andhara Kelvin.

Sementara itu satu mahasiswa yakni Rifani, diketahui tidak pulang bersama rombongan lantaran petugas Keimigrasian China di Bandara Pu Dong Shanghai menilai paspornya sudah kedaluwarsa.  “Anak saya dicekal di bandara. Katanya paspornya kedaluwarsa. Padahal kan masih jauh. Jadi enggak bisa pulang,” ujar orangtua Rifani, Nila kepada Radar Banten, kemarin.

Menurut Nila, keberangkatan Rifani dan temannya dijadwalkan pukul 08.15 WIB dan sampai di Indonesia sekira pukul 05.30 WIB sore.  “Itu yang lain sudah berangkat tadi pagi, hanya Rifani saja yang tertahan. Masih di Bandara Shanghai,” terangnya.

Nila mengaku sempat kesulitan berkomunikasi dengan Rifani setelah adanya pencekalan. Namun, memasuki siang hari bisa kembali komunikasi. “Tadi sudah komunikasi, hari ini enggak jadi berangkat. Tapi, tadi baru telepon Rifani. Katanya Walikota Serang dan Gubernur Banten sudah menghubungi Rifani. Mudah-mudahan besok (hari ini-red) bisa kembali dan kita juga sedang menunggu kabar baik. Saya khawatir soalnya,” sambung Nila.

Sementara, keenam mahasiswa yang kembali ke Tanah Air mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta. Kabar tersebut diperoleh Radar Banten  dari Achmad Kamil Bishry, orangtua dari Soelthan Andhara Kelvin.

Achmad Kamil mengaku lega karena sudah mendapati kabar bahwa anaknya sudah sampai di Indonesia sekira Pukul 20.00 WIB. “Anak-anak sudah dibawa ke RSUD Serang. Ada enam orang, termasuk Soelthan. Alhamdulillah, kondisinya sehat,” katanya melalui WhatsApp kepada Radar Banten, Selasa (4/2) malam.

Meski begitu, Kamil belum mengetahui pasti anaknya tersebut akan diantarkan pulang jam berapa ke rumahnya di Kecamatan Pagedangan. “Kita belum tahu,” singkatnya.

BELUM KE RUMAH SAKIT

Tadi malam sekira pukul 20.30 WIB, Radar Banten menunggu keenam mahasiswa tersebut yang dikabarkan akan dibawa ke Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara, Serang, untuk diperiksa kesehatan lebih lanjut karena dikhawatirkan terjangkit virus corona. Namun, hingga pukul 22.30 WIB, keenam mahasiswa tersebut tak kunjung datang.

Direktur Operasional RSDP Serang, Rahmat mengaku belum mengetahui kabar akan adanya isolasi untuk pemeriksaan kesehatan mahasiswa Banten di RSDP. “Waduh saya belum denger kabar tersebut Mas,” katanya melalui sambungan telepon genggamnya.   

Sementara itu, salah satu petugas di ruang isolasi RSDP Serang saat ditanya Radar Banten sekira pukul 22.00 WIB mengaku belum menerima informasi terkait isolasi mahasiswa asal Banten pasca tiba di Serang. “Hingga saat ini kami belum menerima infonya. Kalaupun ada, biasanya ada koordinasi terlebih dahulu,” katanya singkat.

Sumber : https://www.radarbanten.co.id/enam-mahasiswa-banten-selamat-satu-tertahan-di-bandara-shanghai/