Gubernur: Berantas Narkoba Sama Dengan Jihad

Gubernur: Berantas Narkoba Sama Dengan Jihad

Gubernur Banten Wahidin Halim -  Menyampaikan bahwa sejak tahun 2000 lalu, memberantas narkoba sudah dideklarasikan sebagai perang dan hal ini sama artinya dengan Jihad fisabilillah melawan narkoba. 

 

"Mengapa dapat diminta jihad fisabilillah? Karena semangatnya harusnya dipertaruhkan sebagai perang," kata Gubernur dalam acara Tatap Muka Kepala BNN Provinsi Banten dengan Forkopimda Provinsi dan Kabupaten / Kota serta Komponen Masyarakat Banten di Pendopo Gubernur, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug , Kota Serang. 

 

Sebagai warga negara Indonesia, kata Gubernur, harus memiliki kesadaran tentang narkoba yang sudah selayaknya dideklarasikan sebagai perang. Karena, dampak dari narkoba begitu luas dan keji salah satunya dapat merusak generasi bangsa dengan penyakit mematikan seperti Aids.

 

"Kalau generasi bangsa sudah rusak dan lemah, bagaimana bisa bangsa bertahan? Maka dengan kata lain, bisa merusak tatanan NKRI kita," katanya

 

Gubernur menambahkan, menangani terhadap narkoba harus lebih terkonsep dan sinergi antara penerintah, aparat penegak hukum dan berbagai masyarakat. Selain memperketat penegakan hukum, percobaan juga harus dilakukan. Sinergi 

 

"Karena sering juga kasus narkoba ditemukan di lingkungan yang dilindungi atau perbatasan yang kerap di luar jangkauan kita, maka perlu dilakukan pembaharuan dari semua umur dan semua lini," tegasnya

 

Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko menjelaskan pembangunan teknologi informasi membuka ruang konsultasi membuat perbedaaan untuk mengupgrade atau mengedarkan narkoba dengan lebih mudah, murah dan tidak dapat dikonversi. Ancaman kejahatan cyber dirilis; 1) Surface Web Market, peredaran narkoba dilakukan melalui media sosial dan website, 2) Deep Web Market, peredaran narkoba dilakukan melalui jaringan internet yang sulit dilacak 3) Pasar Crypto, transaksi menggunakan crypto-currency melalui internet tidak mudah dilacak, identitas tersembunyi . 

 

Senada yang disampaikan Gubernur, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten Brigjen Pol Tantan Sulistyana mengungkapkan bahwa saat ini pengedaran narkoba telah menyasar ke wilayah pedesaan. Maka, Tantan mengajak masyarakat desa untuk melakukan kegiatan mandiri hingga mewujudkan desa atau kelurahan bersih.

 

 

 

"Desa saat ini telah menjadi wilayah yang strategis untuk penyelundupan jalur, penyebaran, pengalihan dan pengedaran narkoba. Untuk itu desa harus menjadi garda terdepan untuk mewujudkan desa dan kelurahan bersih dari narkoba," jelasnya.

 

Ia pun berharap Provinsi Banten bisa menjadi daerah yang bersih dengan obat-obatan yang mengeluarkan lebih dulu baik dalam lingkungan pendidikan maupun lingkungan kerja.

 

"Harapan kami kedepan Banten bisa menjadi wilayah yang bersih dari narkoba dengan pembangunan sistem yang mendukung berkelanjutan sekolah-sekolah dengan cara memasukkan pelajaran Narkoba ke dalam kurikulum pendidikan Provinsi Banten," jelas Tantan

 

Sementara itu, lanjutnya, untuk menyetujui yang berkelanjutan di lingkungan kerja, pihaknya membahas agar dibangun sistem yang independen di masing-masing lembaga melalui deteksi dini atau tes urin yang berjuang dengan sistem manajemen SDM seperti mempromosikan promosi jabatan, kenaikan eselon, pangkat dan pendidikan.

 

Sumber : https://www.bantenprov.go.id/pressrealease/gubernur-berantas-narkoba-sama-dengan-jihad