Kampus Terpadu Sindangsari Selesai 2020, Untirta Bertekad Bersaing di ASEAN

Kampus Terpadu Sindangsari Selesai 2020, Untirta Bertekad Bersaing di ASEAN

SERANG, (KB).- Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Fatah Sulaiman bertekad membawa Untirta menjadi kampus yang naik ke level ASEAN. Dengan konsep kampus “integrated, smart and green university”, Untirta menargetkan menjadi kampus rujukan di level kawasan negara Asia Tenggara.

“Kampus terpadu Sindangsari ini bagian dari upaya mewujudkan tekad dan cita-cita tersebut yang tertuang dalam visi misi Untirta. Kami bertekad, Untirta memiliki daya saing di ASEAN,” kata Fatah saat sambutan pada kegiatan “soft launching” kampus terpadu Untirta Sindangsari sekaligus rangkaian Dies Natalis ke-38, di Kampus Untirta Sindangsari Kabupaten Serang, Rabu (2/10/2019).

Acara dihadiri Gubernur Banten Wahidin Halim, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ali Ghufron Mukti, Rektor Untirta periode 2011-2019 Sholeh Hidayat, Resident Representatif of Islamic Development Bank (IsDB) Indonesia Ibrahim Ali Shoukry, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, tokoh Banten H Embay Mulya Syarief, putri KH Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah, Kepala Kanwil Kemenag Banten H A Bazari Syam, Ketua MUI Banten H AM Romly, Ketua IKA Untirta Asep Abdullah Busro, para unsur Forkominda, rektor se-Banten dan tamu undangan lainnya.

Fatah mengatakan untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya menanamkan karakter yang diambil dari intisari pemikiran Sultan Ageng Tirtayasa dan Syekh Nawawi Al Bantani. Karakter tersebut terangkum dalam prinsip “JAWARA” yakni karakter Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius dan Akuntabel. “Ini harus diimplementasikan dalam civitas akademika,” katanya.

Ia berterimakasih kepada Rektor sebelumnya yakni Sholeh Hidayat yang di akhir tahun 2018 Untirta mendapatkan akreditasi unggul. Oleh karena itu, pihaknya berharap dapat melanjutkan akreditasi tersebut ke level Internasional.

Ia mencanangkan pada 2020 infrastruktur-infrastruktur yang terintegrasi, cerdas, dan hijau rampung dibangun. Saat ini, pembangunan dua dari 11 gedung baik gedung Fakultas Kuliah Terpadu dan Gedung e-Perpustakaan sudah mencapai 90 persen. “Ini kita baru dua gedung yang kita soft launching, sudah 90 persen. Bangunan sudah berdiri, sudah tinggal penyiapan mebeler sama jaringan,” ujarnya.

Diketahui, area lahan sekitar 12 hektar di Untirta Sindangsari akan dibangun 11 gedung. Kesebelas gedung itu diantaranya gedung rektorat, kuliah terpadu, perpustakaan, auditorium, laboratorium terpadu, Fakultas Hukum, Fakultas FISIP, Fakultas Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Pertanian, asrama putra, asrama putri dan pintu gerbang.

“Jadi pada akhir periode 2023 nanti akan memiliki integrated, smart dan green university yang menjadi rujukan di ASEAN. Jadi kalau mau belajar integrated kampus bisa belajar di kampus Untirta Sindangsari tempatnya,” ujarnya.

Ia mengatakan kampus terpadu Sindangsari dirancang menjadi kampus yang terkoneksi dengan kampus Untirta di Pakupatan, Ciwaru, Kepandean dan Cilegon. “Dari gedung rektorat, kami bisa memanatu seluruh kegiatan kampus-kampus Untirta tersebut,” katanya.

Fatah menyampaikan pada saat groundbreaking pihaknya melakukan silaturahmi kepada kiai dan pondok pesantren di lingkungan kampus Untirta Sindangsari. Karena di kampus tersebut terdapat dua asrama yakni mahasiswa dan mahasiswi untuk dimanfaatkan untuk diisi nilai jawara.

“Kami akan memanfaatkan asrama mahasiswa dan mahasiswi untuk membuat kajian khusus kitab Syekh Nawawi Albantani dengan pengajar kiai-kiai yang ada disekitar kampus. Jadi nanti lulusan Untirta memiliki kompetensi tambahan bisa menjadi imam masjid, khatib Jumat dan memimpin tahlil,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan Pemprov Banten dalam bidang pendidikan tidak diragukan komitmennya. “Jangan ditanya soal komitmen kami dalam bidang pendidikan. Pemprov dukung penuh. Saat pembukaan Fakultas Kedokteran Untirta, Pemprov Banten sudah menggelontorkan anggaran Rp 100 miliar,” kata Wahidin.

Pusat pendidikan

Gubernur mengatakan Banten ke depan harus menjadi pusat pendidikan. “Banten harus menjadi pusat pendidikan mengalahkan daerah-daerah lain,” katanya.

Wahidin mengatakan lokasi kampus Sindangsari berdekatan dengan kawasan sport center yang dibangun Pemprov Banten. “Jadi ini selaras. Kawasan ini akan menjadi pusat pendidikan,” ujarnya.

Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ali Ghufron Mukti mengharapkan Untirta menjadi center of excellence in food security, untuk memproduksi pangan yang tidak hanya keperluan di Banten tetapi di nasional bahkan bisa sampai ekspor.

“Center of excellence in food security tersebut tidak hanya produk-produk pertaniannya, tetapi teknologi pertanianya,” katanya.. Misalnya, ujar dia, dosen-dosen di Untirta diharapkan bisa membuat anastesi ikan untuk diekspor ketika sampai ditempat tujuan masih segar. Untirta diharapkan mengembangkan produk-produk yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

“Kami ingin dosen dan SDM dengan fasilitas dan kapasitasnya juga meningkat. Sehingga bisa bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bahkan luar negeri pun kami sudah membentuk jaringan,” ujarnya.

Ia meminta IsDB juga membantu untuk penyediaan laboratorium Untirta untuk mendukung pengembangan iptek. Seusai acara seremonial, dilakukan peninjauan ke gedung kampus yang sudah hampir rampung. (DE/SJ)*

 

Sumber : https://www.kabar-banten.com/kampus-terpadu-sindangsari-selesai-2020-untirta-bertekad-bersaing-di-asean/