Korpri Ingatkan Eksistensi ASN sebagai Perekat

Korpri Ingatkan Eksistensi ASN sebagai Perekat

Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Serang menggelar seminar kebangsaan dalam memperingati hari jadi ke-48 Korpri 2019, di Lapangan Tenis Indoor Pemerintah Kabupaten Serang, Jumat (29/11/2019).

Ketua Korpri Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengatakan, seminar tersebut, untuk mengingatkan aparatur sipil negara (ASN), bahwa eksistensinya untuk perekat bangsa.

Ia menuturkan, peringatan hari jadi ke-48 Korpri dirangkaikan dengan hari jadi ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan hari kesehatan ke-55. Dalam kegiatan tersebut, digelar seminar kebangsaan dengan tema peran fungsi ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

“Kami dari Korpri menilai, perlu pencerahan untuk situasi politik seperti sekarang ini bagi ASN untuk mengingatkan, bahwa eksistensinya untuk perekat bangsa,” katanya, kepada Kabar Banten.

Ia menuturkan, politik yang kemarin dan akan datang mungkin akan gaduh. Namun sebagai ASN, tetap harus berada di jalur sebagai pelaksana kebijakan. “Sebagai pelayan masyarakat dan sebagai pemersatu bangsa,” ucapnya.

Ia berharap, ASN tetap memiliki profesionalitas, integritas, dan netralitas sesuai koridornya. Para ASN dituntut harus menyukseskan kebijakan dari kepala daerah yang sudah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021.

Ia meminta, agar ASN dalam melaksanakan kegiatan di organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai aturan yang berlaku. “Kami tidak berharap ada ASN kami yang kena masalah hukum. Kami ingin bangkitkan semangat kerja melalui seminar ini,” ujarnya.

Disinggung soal netralitas ASN menjelang pilkada, dia mengatakan, saat ini ASN di Kabupaten Serang sudah sangat dewasa dan mampu menempatkan diri di mana seharusnya.

“Yang penting sekarang kami mempersatukan elemen masyarakat untuk mewujudkan tujuan pembangunan daerah, yaitu menyejahterakan rakyat mencerdaskan rakyat. Semua kebijakan harus memperhatikan dua aspek. Pertama harus bisa mempersatukan seluruh stakeholder dan kedua memperjuangkan keadilan semua,” tuturnya.

Sementara, mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif yang menjadi pemateri dalam seminar tersebut menyarankan, perekrutan dan penempatan ASN, agar disesuaikan dengan implikasi terhadap pelayanan masyarakat.

Ia mengatakan, ASN dalam bekerja harus menghayati perannya, di antaranya merajut keragaman Indonesia dan mengupayakan kesejahteraan umum dengan semangat pelayanan.

“Jadi, pelayanan ASN kalau mau ambil kebijakan dan tindakan menempatkan pegawai, harus selalu dipertimbangkan apa implikasinya untuk memperkuat persatuan,” kata penulis buku Negara Paripurna, dalam seminar tersebut. (Dindin Hasanudin)*

 

Sumber : https://www.kabar-banten.com/korpri-ingatkan-eksistensi-asn-sebagai-perekat/