Melalui Bankeu 2020, Pemprov Banten Siap Bantu Wujudkan Puspemkab Serang

Melalui Bankeu 2020, Pemprov Banten Siap Bantu Wujudkan Puspemkab Serang

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi Banten berjanji untuk memprioritaskan bantuan anggaran untuk Kabupaten Serang pada 2020. Hal itu dikarenakan Kabupaten Serang memiliki beban untuk membangun pusat pemerintahan kabupaten (Puspemkab) yang sudah mendesak, dan pembangunan fasilitas RSUD Drajat Prawiranegara yang melayani 5 kabupaten/kota.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, saat ini APBD Banten 2020 sudah masuk pembahasan. Namun dirinya akan mencoba mengkomunikasikan dengan DPRD Banten dari dapil Kabupaten Serangm yang masuk dalam banggar agar bantuan anggaran untuk puspemkab bisa dimasukan tahun 2020.

“Untuk komunikasi lebih lanjut apakah bisa dianggarkan di 2020 atau harus di 2021,” ujarnya kepada wartawan saat konferensi pers seusai menghadiri Peringatan HUT ke 493 Kabupaten Serang di gedung Paripurna DPRD Kabupaten Serang, Selasa (8/10/2019).

Andika mengatakan, komitmennya sudah jelas bahwa yang terpenting adalah 8 kabupaten/kota bisa mendapatkan perhatian yang sama. Terlebih, untuk Kabupaten Serang yang memiliki beban membangun puspemkab untuk menunjang pelayanan pada masyarakat. “Itu sangat penting (membangun puspemkab). Nanti saya akan komunikasi dengan teman teman DPRD apakah masih bisa dianggarkan di 2020 atau tidak,” tuturnya.

Terkait besaran bantuan keuangan untuk Kabupaten Serang, menurut dia, ada hitungannya. Pihaknya akan menggunakan skala prioritas. “Jadi kami akan masukan skala prioritas, karena Kabupaten Serang urgen untuk puspemkab, RSUD, dan bidang lainnya. Ini yang bisa dijadikan saya untuk prioritas,” ucapnya.

Dirinya berharap, anggaran untuk puspemkab ini bisa masuk pada APBD 2020. Oleh karena itu, ia bersama anggota DPRD Banten dapil Kabupaten Serang akan bergerak bersama memperjuangkan anggaran. “Mudah-mudahan anggaran Puspemkab bisa terkejar di 2020. Kalau tidak di 2021,” ucapnya.

Selain untuk puspemkab, Andika juga berjanji akan meningkatkan bantuan untuk rumah tidak layak huni pada tahun 2020. “Jadi untuk rutilahu 2019 kemarin saya tidak terinformasikan dan saya tegur. Karena rutilahu ada dialokasikan untuk beberapa unit dibagi di 8 kabupaten kota, nanti 2020 kita berharap ada anggaran signifikan,” ujarnya.

Pembebasan lahan terkendala

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, untuk Pemkab Serang saat ini sudah berupaya keras agar ada satu hamparan yang bisa dibangun gedung puspemkab. Karena kata dia, pada tahun 2020 Kabupaten Serang sudah menganggarkan untuk pembangunan satu gedung. “Satu gedung dalam satu kawasan itu ada 3-4 gedung OPD. Mudah-mudahan terselesaikan,” ujarnya.

Tatu mengatakan, selama ini yang menjadi kendala belum dibangunnya puspemkab karena pembebasan lahan tidak langsung satu hamparan. “Sehingga ketika mau dibangun ada spot spot yang belum dibebaskan. Oleh karena itu kita bereskan, walau belum 60 hektar minimal ada satu hamaparan yang dibangun,” ucapnya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat menemui massa aksi pada peringatan HUT ke-493 Kabupaten Serang, Selasa (8/10/2019).*

Demo mahasiswa

Sementara itu, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Delapan Oktober (Golok) dan Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) menggelar aksi teatrikal di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang. Aksi tersebut mengilustrasikan masyarakat di Kabupaten Serang masih banyak yang menderita.

Dalam aksi tersebut, beberapa mahasiswa melakukan aksi teatrikal. Bukan hanya itu, sejumlah mahasiswa juga sempat membakar ban saat aksi tersebut. Tak lama usai paripurna, Kabupaten Serang Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum menemui mahasiswa dan menjawab semua tuntutan yang dilemparkan oleh mahasiswa.

Koordinator lapangan aliansi Golok Rizal Setya Perdana mengatakan, dalam HUT Kabupaten Serang tahun ini mereka menilai masih banyak persoalan-persoalan yang belum diselesaikan oleh Bupati Serang dan jajarannya. Salah satunya terkait masalah lingkungan yang ada di Serang Utara dan Serang Barat.

“Tuntutan kami tidak jauh dari isu lingkungan dan juga masalah pengangguran, kesehatan dan pendidikan. Berbicara Kabupaten Serang ini kami lihat masih jauh dari sejahtera dan itu harus menjadi evaluasi bersama,” katanya.

Sementara Koordinator lapangan Hamas Ekky Kurniawan menjelaskan, hingga saat ini masih banyak persoalan-persoalan yang belum dituntaskan oleh bupati. Adapun yang paling utama soal lingkungan, yakni Sungai Ciujung dan Cidurian yang belum terselesaikan. Kemudian masalah pendidikan dan pelayanan kesehatan belum maksimal. “Kami melihat dari sisi pendidikan, kesehatan dan lingkungan belum tertata dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya soal pengangguran yang ada di Kabupaten Serang. Hingga saat ini kabupaten masih berada di peringkat utama tingkat pengangguran tertinggi. Tak hanya itu, pencaloan di perusahaan masih marak terjadi, sehingga menyengsarakan masyarakat yang akan bekerja.

Menanggapi itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan akan segera dibicarakan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Adapun untuk soal pendidikan, saat ini pembangunan sekolah-sekolah rusak sedang dilakukan. Adapun sekolah yang terdampak pembangunan jalan, sedang dibicarakan bersama pihak perusahaan.

Kemudian untuk soal lingkungan khususnya sungai Ciujung dan Cidurian sudah ditindaklanjuti. Ada beberapa perusahaan yang masuk ranah hukum karena tidak patuh.”Sisanya untuk pencaloan saat ini sudah ada Perda yang mengatur agar perusahaan mengutamakan masyarakat Kabupaten Serang. Soal pengangguran pun saat ini kami sudah memiliki program agar masyarakat diberikan pelatihan untuk dapat memiliki keahlian,” katanya. (DN/TM)*

 

Sumber : https://www.kabar-banten.com/melalui-bankeu-2020-pemprov-banten-siap-bantu-wujudkan-puspemkab-serang/