Menuju 19 Tahun Provinsi Banten, Belum ada Pembangunan Monumental

Menuju 19 Tahun Provinsi Banten, Belum ada Pembangunan Monumental

PROVINSI Banten berdiri sudah hampir 19 tahun. Namun, selama ini pembangunan di tanah Jawara ini dinilai belum menunjukkan kekhasannya. Tokoh pendiri Provinsi Banten KH Matin Syarkowi mengatakan, belum ada pembangunan yang monumental di Provinsi Banten sejak berpisahnya Banten dari Jawa Barat pada tahun 2000.

“Artinya monumental itu, sebuah program yang independen, kekhasan yang membawa pengaruh kepada ekonomi misalnya, lompatan-lompatan (terobosan) seperti itu kan belum ada,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (27/9/2019).

Menurutnya, hal itu dikarenakan tidak adanya kreatifitas dari pemerintah dalam pembangunan Banten. Termasuk pengembangan wisata di Banten yang menurutnya sangat tidak kreatif. “Termasuk wisatanya, saya melihat rekayasanya ini yang tidak kreatif, pemerintahnya tidak terlihat kreatifitasnya, inovasinya tidak ada,” ucap dia.

Padahal, kata dia, peluang mengembangkan Provinsi Banten untuk go internasional sangat besar. Hal itu karena Banten sudah dikenal sejak zaman kesultanan tempo dulu. Namun, faktanya di tingkat nasional saja Banten sudah sangat tertinggal.

“Mestinya (Banten) beranjak dewasa, tidak berkutat pada persoalan yang itu-itu saja, sehingga betul-betul khas (Banten) ini yang kita merasa betul-betul kehilangan,” tuturnya.

Ia mencontohkan, kekhasaan yang dimaksud seperti dalam bidang pendidikan. Provinsi Banten sangat berpeluang menampilkan kekhasan pesantren salafi. Tapi, usulan untuk memunculkan pendidikan pesantren salafi tidak pernah mendapat respon positif dari Pemprov Banten.

“Maksud saya, kalau pendidikan biasa kan umum lumrah, maksud saya Banten ini punya nilai lebih yaitu pesantren salafiah dengan ciri khasnya,” kata dia.

Kekhasan pesantren salafiah, ujar dia, bukan berarti memunculkan diskriminasi terhadap agama lain. Tetapi, dari sisi sosiologis, pondok pesantren di Banten sangat khas dengan unsur budayanya.

“Sehingga bisa jadi, justru pendidikan model begini (salafi) menjadi destinasi wisata yang berkorelasi dengan wisata religinya, ada kekhasan pesantren salafi,” ujar dia. (Masykur)*

 

Sumber : https://www.kabar-banten.com/menuju-19-tahun-provinsi-banten-belum-ada-pembangunan-monumental/