Mulai 2021, Ponpes Tahfidz Quran Lebih Diprioritaskan

Mulai 2021, Ponpes Tahfidz Quran Lebih Diprioritaskan

SERANG - Pondok pesantren (Ponpes) yang fokus mencetak para penghafal Alquran (Tahfidz) akan mendapat perhatian lebih dari Pemprov Banten. Rencananya, pada 2021 ponpes-ponpes tahfidz tersebut akan menerima bantuan secara khusus.

Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Banten Irvan Santoso mengatakan, rencananya bantuan kepada ponpes tahfidz Quran tersebut direalisasikan pada tahun 2021. Hal tersebut, kata dia, sesuai dengan keinginan Gubernur Banten Wahidin Halim.

“Nanti rencananya tahun 2021 sesuai keinginan Pak Gubernur, ponpes tahfidz itu akan diberi bantuan khusus. Sesuai dengan kebutuhan ponpesnya, perlunya apa. Ini khusus tahfidz,” ujar Irfan, akhir pekan kemarin.

Ia mengatakan, salah satu tujuan program tersebut yaitu dalam rangka meningkatkan angka melek huruf Alquran.

“Ini untuk menjawab persoalan angka melek huruf Alquran. Karena nanti para hafiz dan hafizah ini akan diberdayakan ke masyarakat untuk meningkatan angka melek huruf Alquran,” tuturnya.

Selain itu, program tersebut diharapkan dapat memberikan keberkahan bagi Pemprov Banten dalam membangun daerah.

“Kenapa sasarannya pesantren tahfidz? Kami ingin keberkahan daerah. Begitu banyak keutamaan menghafal Alquran. Dari sisi spiritual tentu saja yang ingin dicapai adalah keberkahan dalam membangun daerah. Kita anggaran (APBD) besar, ingin berkah,” kata Irfan.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang melakukan pendataan dan pemetaan untuk mengetahui jumlah pesantren tahfidz dan pola bantuan yang akan diberikan.

“Ini kami masih rumuskan seperti apa, kami juga masih harus siapkan data-datanya. Mudah-mudahan tahun 2021 bisa terealisasi,” ujarnya.

Diketahui, pada tahun 2017 Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten merilis hasil survei melek huruf Alquran di Banten. Hasil survei menunjukkan tingkat kemampuan muslim membaca Alquran di Banten masih rendah.

Muslim Banten yang mempunyai kemampuan membaca Alquran dari tingkat cukup sampai sangat buruk mencapai angka 76,72 persen. Sementara yang terbilang mampu dari tingkat agak baik sampai dengan sangat lancar hanya 23,28 persen.

Dilihat dari usianya, muslim Banten memiliki kemampuan baca Alquran mayoritas sejak usia dini, yakni sebanyak 66,7 persen pada rentang usia 5 sampai 10 tahun dan 31 persen pada rentang usia 11 sampai 20 tahun.

Jika dikaitkan dengan 76,72 persen yang punya kemampuan membaca dari tingkat rendah sampai sedang, disimpulkan bahwa sekalipun sudah memiliki kemampuan membaca Alquran sejak usia muda, namun jarang dipraktikkan.

Sumber : https://www.kabar-banten.com/mulai-2021-ponpes-tahfidz-quran-lebih-diprioritaskan/