Pegawai Perempuan Diajak Tutup Aurat

Pegawai Perempuan Diajak Tutup Aurat

GERAKAN menutup aurat diserukan kepada para pegawai Pemprov Banten perempuan yang beragama islam. Hal tersebut dilakukan guna menjadikan Provinsi Banten yang berakhlakul karimah.

Adalah Bina Fikroh Islami (Birohmi) yang mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pegawai honorer hingga office girl beragama islam untuk membudayakan tutup aurat.

Selain melaksanakan ajaran islam, menutup aurat juga sejalan dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yaitu menjadikan Banten berakhlakul karimah.

Ketua Birohmi Tb Rubal Faisal mengatakan, puluhan jilbab dibagikan kepada pegawai di Pemprov Banten. kedepan pembagian jilban akan dilakukan kepada masyarakat.

“Pak gubernur sudah mengimbau agar ASN salat, pengajian. Dan sekarang Birohmi sudah menindaklanjuti dengan pengajian, santunan, dan bagi-bagi jilbab dalam rangka gema birohmi,” kata Rubal, usai pembagian jilbab kepada pegawai di Kantor Disperindag Banten, Senin (23/12/2019).

Pembagian jilbab merupakan bentuk kepeduliaan Birohmi dalam mewujudkan ahlakul karimah sebagaimana yang telah digemborkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

“Yang sudah dilaksanakan imbauan Pak Gubernur salat di masjid. Kita mengadakan gerakan tutup aurat dengan membagikan jilbab, untuk sementara di internal Disperindag,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mengacu kepada alquran perintah menutup aurat bagi perempuan sudah nyata dan tak bisa ditawar.

“Kemudian ini juga tindak lanjut visi misi Gubernur Banten (menjadikan Banten yang) berakhlakul karimah. Jadi saya tidak ada yang bertentangan. (Menutup aurat hanya) internal muslimah bukan untuk yang lain. Kalau yang lain silahkan bebas,” ujarnya.

Selain gerakan tutup aurat, ke depan Birohmi akan menggencarkan pengajian yang menyasar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Banten. Kegiatan tersebut merupakan bentuk pembinaan mental dan spiritual.

Tujuan untuk meningkatkan kualitas spiritual serta mencegah radikalisme dan terorisme di kalangan ASN.

“Meminimalisasi kekhawatiran apa yang disampaikan oleh informasi yang ASN terindikasi seperti itu,” ujarnya.

Penekanan terorisme di kalangan ASN perlu dilakukan, mengingat islam sendiri tak pernah mengajarkannya.

“Ini yang kami berikan penjelasan ke ASN sehingga ASN sebagai agen, nanti juga mereka yang memberikan pencerahan kepada keluarga dan masyarakat di tempat tinggal ASN itu. Jadi bagaimana melaksanakan nilai agama secara benar,” kata Wakil Sekretaris PWNU Banten ini. (Sutisna)*

 

Sumber : https://www.kabar-banten.com/pegawai-perempuan-diajak-tutup-aurat/