Pelantikan Kabiro Perekonomian Pemprov Banten Ditangguhkan

Pelantikan Kabiro Perekonomian Pemprov Banten Ditangguhkan

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim belum memutuskan nama yang akan dilantik menjadi Kepala biro (Kabiro) Bina Perekonomian Setda Provinsi Banten hasil lelang jabatan beberapa waktu lalu. Masa penelusuran terhadap calon yang akan mengisi jabatan tersebut, diperpanjang hingga satu minggu ke depan.

Diketahui, proses lelang jabatan Kabiro Bina Perekenomian telah rampung. Bahkan, tiga pejabat yang dilelang bersama Kabiro Bina Perekenomian telah dilantik. Rinciannya Rina Dewiyanti sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Pramudji Hastuti sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Danang Hamsah Nugroho sebagai Direktur Utama RSUD Banten. Pelantikan ketiganya dilakukan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (27/9/2019).

Kepala BKD Banten Komarudin membenarkan, pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap rekam jejak calon Kabiro Bina Perekonomian. Untuk batas waktu, KASN sendiri tak memberikannya. “Jadi belum diputuskan. Tidak ada batas waktu, itu sepenuhnya keinginan gubernur. Tidak dilantikpun kewenangan gubernur,” kata Komarudin, Kamis (24/10/2019).

Sebelum ada pelantikan, jabatan Kepala Biro Bina Perekonomian diisi pelaksana tugas yaitu Mahdani. Mahdani sendiri merupakan Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adpem) Setda Provinsi Banten. “Ada plt Kabiro Adpem,” ujarnya.

Sebelumnya, Wahidin Halim menuturkan, pihaknya masih meminta klarifikasi terkait rekam jejak calon pejabat pengisi Kabiro Bina Perekonomian yang diisukan terseret kasus korupsi. Klarifikasi dilakukan kepada pengadilan dan kejaksaan.

“Kita minta klarifikasi dari pengadilan atau kejaksaan, sejauh mana indikasi keterlibatannya. Kan mesti clear dulu, harus terang dulu,” ucapnya.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam, pihaknya memperpanjang masa klarifikasi sampai satu minggu ke depan. “Beliau ini (Sekda Banten Al Muktabar yang akan melakukan pemantauan,” ucapnya.

Disinggung apakah dengan kondisi yang ada dirinya memungkinkan memilih nama lain, mantan Wali Kota Tangerang ini tak membantahnya.

“Ya bisa saja nomor tiga, itu urusan saya. Saya kan orangnya konsisten, harus konsisten. Tapi kalau memang terpaksa enggak ya nomor dua, nomor tiga, nomor lima juga boleh. Atau saya enggak angkat sama sekali juga hak saya,” tuturnya. (SN)*

 

Sumber : https://www.kabar-banten.com/pelantikan-kabiro-perekonomian-pemprov-banten-ditangguhkan/