Pembangunan RSJ Banten Baru 40 Persen

Pembangunan RSJ Banten Baru 40 Persen

SERANG - Progres pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banten tahap I di Kecamatan Walantaka, Kota Serang baru mencapai 40 persen. Meski begitu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten M. Yusuf optimistis pekerjaan tersebut selesai tepat waktu.

“Ya sudah 40 persen, hampir 50 persen. Ya sudah hampir selesai kalau jalan. Tahap I kan hanya cut and fill pembentukan tanah dan jalan. Kalau fisik gedungnya insya Allah tahun depan,” kata Yusuf.

Sesuai jadwal, sedianya pekerjaan tersebut dimulai pada Januari 2019. Namun, proses lelang yang membuat proyek tersebut mulur. “Januari itu anggarannya. Kan tendernya berapa bulan itu, memang tahapannya begitu. Ya kalau 50 persen itu sudah hampir selesai dengan (pekerjaan) jalan doang,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya meminta kontraktor menguji kontur tanah terlebih dahulu untuk memastikan pembangunan jalan tidak bermasalah.”Saya minta supaya diuji dulu tanahnya. Jangan sampai bangun jalan malah ambles. Pengujian dilakukan bekerja sama dengan perguruan tinggi yang kredibel,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan RSJ Banten dilakukan secara bertahap. Rencananya, tahap II fokus pada pembangunan gedung. “Tahun 2020 baru fisik gedungnya. Sesuai target awal paling tidak sampai (masa jabatan) Pak Gubernur selesai ya (RSJ juga) selesai. Targetnya RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) terpenuhi. Tapi, lebih cepat lebih bagus,” ucapnya.

Ia mengatakan, nantinya RSJ yang dibangun di atas lahan seluas 9,7 hektare tersebut juga melayani pecandu narkotika. “Selain untuk gangguan kejiwaan, rumah sakit itu juga nanti melayani pasien dengan ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang. Karena selama ini rehabilitasi narkoba juga dibawanya kan ke Bogor (Balai Besar Rehabilitasi BNN),” katanya.

Ia mengatakan, keberadaan RSJ di Banten sangat penting. Salah satunya yaitu untuk mengikis budaya pasung yang masih banyak ditemukan di wilayah Banten.

“Ya, salah satunya itu (pasung). Karena pasien dengan gangguan kejiwaan itu kan butuh penanganan khusus, dokternya juga kan khusus. Membangun rumah sakit itu kan bukan hanya soal fisiknya, tetapi juga orangnya. Oleh karena itu, ke depan juga kami bahas bersama TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan DPRD terkait manajemennya,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, alokasi anggaran untuk pembangunan rumah sakit jiwa tahap II sebesar Rp 37,45 miliar. Hal itu disampaikan Andika saat membacakan nota pengantar Rancangan APBD 2020 dalam rapat Paripurna DPRD Banten di Gedung DPRD Banten, KP3B, Kota Serang.

 

Sumber : https://www.kabar-banten.com/pembangunan-rsj-banten-baru-40-persen/