Pemkot Serang Siapkan Regulasi Persampahan

Pemkot Serang Siapkan Regulasi Persampahan

SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang saat ini sedang fokus terhadap persoalan sampah hingga menyiapkan regulasi berupa perda danperwal untuk persampahan. Hal tersebut, demi mengatasi persoalan sampah liar dan penumpukan sampah yang menyumbat di aliran sungai serta drainase.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, melalui program peningkatakan dan pemanfaatan sampah menuju zero waste, diharapkan persampahan di Kota Serang dapat tertangani. Diresmikannya program tersebut, juga merupakan langkah awal pemkot, untuk membuat perda dan perwal dalam penanganan sampah.

Menurut dia, dengan adanya program tersebut, bisa menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis. Khususnya bagi masyarakat, nantinya sampah tersebut, akan dibuat menjadi sesuatu yang bernilai.

Pemkot juga mendorang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk berinovasi dalam menangani persampahan. Kemudian, dia menjelaskan, baik dari regulasi maupun pendanaan, pemkot akan memantau perkembangan program tersebut. Apabila dapat diterima dan bernilai manfaat tinggi, maka akan segera dibuatkan.

“Maka dari itu, hari ini merupakan langkah awal kami dalam proses pembuatan perda dan perwal. Jadi nanti, akan kami lihat perkembangannya seperti apa dan ditindaklanjuti dengan regulasi, perwal dan akan ditunjang juga pembiayaannya,” katanya seusai meresmikan program peningkatan dan pemanfaatan sampah menuju zero waste di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Rabu (23/10/2019).

Melalui Dinas LH Kota Serang, dia berharap, penumpukan sampah liar di sejumlah titik di Kota Serang dapat berkurang. Apalagi, dengan adanya program tersebut, tentu pihaknya dan DLH harus bisa mewujudkan kota bebas sampah. Sebab, setiap bulannya sampah selalu bertambah.

“Memang, Dinas LH sudah melakukan peningkatan dan berbagai upaya dalam menangani persoalan sampah ini. Namun, kami perlu untuk memantau dan melihat perkembangannya juga. Saya kira, dengan kerja keras Dinas LH, saat ini sampah liar sudah mengalami penurunan yang signifikan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas LH Kota Serang Ipiyanto menuturkan, pihaknya selalu mendapat arahan dan langkah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam penanganan sampah. Termasuk meminta bantuan alat dan unit armada truk pengangkut sampah.

“Namun, kami sudah melakukan sejumlah upaya, seperti mengirimkan surat ke Pemprov Banten. Karena, kami pun membutuhkan bantuan, berupa armada atau unit kendaraan pengangkut sampah dan lainnya,” ucapnya.

Pihaknya juga saat ini telah menerjunkan sejumlah petugas untuk berjaga di beberapa titik rawan pembuangan sampah liar. Sebab, banyak masyarakat yang membuang sampah pada malam hari. “Sehingga, kami pun akan melakukan upaya lainnya. Termasuk dengan penggunaan CCTV di setiap titik lokasi tempat sampah liar,” tuturnya.

Berdasarkan penghitungannya, kata dia, seharusnya Kota Serang menghasilkan sekitar 360 ton sampah per hari. Namun, saat ini hanya sekitar 200 ton per hari yang masuk ke TPAS Cilowong, sehingga 100 ton sampah ini menjadi pertanyaan dan pekerjaan rumah (PR) pihaknya.

“Akan tetapi, kondisi yang kami jalani, hanya sekitar 200 ton per hari, sedangkan yang 100 ton ini merupakan sampah-sampah liar, sehingga ini pun menjadi PR kami untuk menuntaskan persoalan tersebut. Berdasarkan perhitungan kami itu seharusnya 360 ton per hari,” katanya.

 

Sumber : https://www.kabar-banten.com/pemkot-serang-siapkan-regulasi-persampahan/