Pemprov Banten Klaim Kenaikan Covid-19 tak Lagi Signifikan

Pemprov Banten Klaim Kenaikan Covid-19 tak Lagi Signifikan

SERANG - Pemprov Banten mengklaim, penambahan kasus positif Covid-19 di Banten sudah tak lagi meroket. Kondisi tersebut diyakini berkat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya.

Berdasarkan data yang disampaikan pada infocorona.bantenprov.go.id per 17 Mei hingga pukul 20.00, terdapat 595 kasus positif. Rinciannya, 341 pasien masih dirawat, 195 telah sembuh dan 59 dinyatakan meninggal dunia.

Adapun rinciannya, Kabupaten Tangerang 70 dirawat, 45 sembuh dan 11 meninggal. Kota Tangerang 140 dirawat, 115 sembuh dan 26 meninggal. Kota Tangerang Selatan 118 dirawat, 29 sembuh dan 20 meninggal.

Kota Serang 4 dirawat, 3 sembuh dan seorang meninggal, Kabupaten Serang 6 masih dirawat dan seorang sembuh, Kabupaten Pandeglang seorang dirawat, seorang sembuh dan seorang meninggal serta Kota Cilegon 2 dirawat dan seorang sembuh.

Kasus positif 17 Mei tersebut bertambah 16 kasus dari 16 Mei sebanyak 579. Adapun untuk 16 Mei rinciannya, Kota Cilegon 3 kasus dengan 2 masih dirawat dan seorang sembuh, Kota Serang 8 kasus dengan seorang sembuh, 4 masih dirawat, dan seorang meninggal dunia. Kabupaten Serang 7 kasus dengan seorang sembuh dan 6 masih dirawat. Kabupaten Pandeglang 3 kasus dengan 2 masih dirawat dan seorang meninggal dunia.

Kemudian, Kota Tangerang 269 kasus dengan 112 sembuh, 131 masih dirawat, dan 26 meninggal. Kota Tangerang Selatan 163 dengan 28 sembuh, 115 masih dirawat, dan 20 meninggal. Kabupaten Tangerang 126 dengan 45 sembuh, 70 masih dirawat, dan 11 meninggal. Terakhir, Kabupaten Lebak yang masih nihil kasus positif.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, merujuk kepada data nasional angka Covid-19 sudah mengalami penurunan.

“Kita melihatnya tidak bisa dari klaster Banten saja tapi nasional yah, kalau lihat nasional inikan sudah tiga digit angka 600 sekian. Mudah-mudahan kita segera berakhir, itu adalah puncak pandemi yang ada di seluruh wilayah Banten,” katanya.

Tak hanya secara nasional, angka kasus positif di Banten juga tak lagi mengalami kenaikan yang signifikan. Hal tersebut diharapkan menjadi pertanda penyebaran Covid-19 segera berakhir.

“Alhamdulillah, jadi trennya sudah tidak terlalu meroket. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu angka penurunan Covid dan menjadikan kondisi menjadi membaik,” ucapnya.

Ia meyakini kasus positif Covid-19 yang tak lagi mengalami kenaikan signifikan merupakan dampak penerapan PSBB di wilayah Tangerang Raya.

“PSBB ini memberikan pengaruh terhadap penekanan penyebaran, itukan sudah bisa dibuktikan banten tidak massif awal-awal PSBB diberlakukan. Jadi harapannya dengan adanya perpanjangan PSBB ini adalah bagaimana menekan angka penyebaran Covid,” ujarnya.

Terkait pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang new normal, ia melihatnya sebagai motivasi presiden kepada masyarakat untuk kuat menghadapi Covid-19.

“Sebelum pandemi ini kan kita hidup normal, pandangan beliau itu motivasi menurut saya. Pak Jokowi memberikan motivasi kepada masyarakat untuk kita bisa kuat menghadapi Covid-19. Harapannya selain kita hidup normal, kita juga bisa bersih lagi, bisa lebih taat dengan protap kesehatan dan lain-lain,” tuturnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, secara umum PSBB di Tangerang Raya mampu menekan angka Covid-19. Akan tetapi, beberapa waktu ke belakang sempat terjadi kenaikan karena masyarakat banyak yang berkerumun. Sehingga PSBB Tangerang Raya kembali diperpanjang.

“Kemarin tiba-tiba naik positif karena awal puasa ada terjadi kerumunan. Mereka buka, belanja dan sebagainya,” katanya.

Selain sempat ada kenaikan, perpanjangan PSBB juga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah.

“Saya lihat dari perkembangan kalau enggak PSBB, Idulfitri dijadikan ajang tanpa kontrol,” ucapnya.

Sumber : https://www.kabar-banten.com/pemprov-banten-klaim-kenaikan-covid-19-tak-lagi-signifikan/