Pemprov Banten Pangkas Perda Tumpang Tindih, Investasi Asing Mendominasi

Pemprov Banten Pangkas Perda Tumpang Tindih, Investasi Asing Mendominasi

SERANG, (KB).- Realisasi Investasi Januari-September 2019 di Provinsi Banten didominasi Penanaman Modal Asing (PMA) yang menembus angka Rp 21 triliiun lebih. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berada di angka Rp 12 triliun lebih.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPTSP) Provinsi Banten, PMA yang masuk ke Banten berasal dari 41 negara, terdapat 10 di antaranya yang termasuk menanamkan investasi paling besar. Urutan pertama Singapura, kemudian disusul Tiongkok, Thailand, Hongkong, Malaysia, British Virgin Islands, Korea Selatan, Belanda, Jepang, Belgia.

Realisasi investasi PMA dan PMDN di Banten tersebar dalam berbagai sektor usaha. Rinciannya hotel dan restoran, industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam, industri barang dari kulit dan alas kaki, industri karet dan plastik, industri karet dan plastik, serta industri kayu.

Selanjutnya, industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain, industri kertas dan percetakan. Industri kimia dan farmasi, industri lainnya, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya.

Industri makanan, industri mineral non logam, industri tekstil, jasa lainnya, kehutanan, konstruksi, listrik, gas dan air, perdagangan dan reparasi, perikanan, pertambangan, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan. Transportasi, gudang dan telekomunikasi.

Realisasi PMA dan PMDN Januari-September 2019 telah menyerap 34.806 tenaga kerja, dengan rincian PMA 17.394 tenaga kerja dan PMDN 17.412 tenaga kerja.

Kabid Pengendalian Penanaman Modal pada DPMPTSP Banten Iksan Budiantara membenarkan, realisasi investasi selama kurun waktu Januari-September 2019 di Provinsi Banten didominasi oleh PMA.

“Investasi itukan macam-macam, ada jasa, perdagangan kimia kaya gitu,” katanya kepada wartawan, Ahad (24/11/2019).

Invetarisasi perda

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, saat ini pihaknya sedang menginventarisasi perda-perda di Banten yang dinilai bisa menghambat masuknya investasi ke Banten.

“Kita lagi inventarisasi, Biro Hukum mengidentifikasi perda-perda mana yang masih tumpang tindih. (Jumlah perdanya) paling tidak kumpulkan, kita coba identifikasi,” ucapnya.

Pihaknya akan memangkas perda-perda yang tumpang tindih atau menghambat investasi di Banten. Hal tersebut sebagaimana menjadi arahan Presiden RI Joko Widodo.

“Perda-perda itu sudah harus mulai disinkronisasi, dipangkas. Jangan provinsi, kabupaten/kota berlomba-lomba untuk memperbanyak perda. Namanya omnibus law,” ucapnya.

Sejauh ini pelayanan investasi di Banten sudah dipermudah dengan membuka pelayanan satu pintu. Kini pihaknya terus berupaya untuk menjaga kondusivitas faktor-faktor lain yang bisa memengaruhi investasi seperti misalnya keamanan.

“Banten juga masih menjadi primadona investor. Akan ada investasi masuk senilai Rp 36 triliun,” tuturnya.

Ketua DPRD Banten Andra Soni mendukung arahan pemerintah pusat untuk memangkas perda yang memangkas investasi.

“Saya rasa kita sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah akan melaksanakan arahan dari pusat. Kita sudah saatnya mengutamakan kualitas perda daripada kuantitas,” katanya.

Ia sendiri belum mendapatkan informasi berapa dan apa saja perda di Banten yang tumpang tidih atau menghambat investasi. Saat ini Biro Hukum Setda Banten sedang melakukan penelusuran.

“Rencana pemerintah pusat dengan Omnibus law nya tentu akan berdampak dengan turunnya volume pembuatan perda. Karena sebagian dari perda juga karena adanya perintah undang-undang di atasnya. Selain ada juga perda inisiatif DPRD dan inisiatif gubernur,” ujarnya.

Ia melihat, pemangkasan perda yang menghambat investasi akan berdampak baik pada pertumbuhan ekonomi.

“Target pertumbuhan ekonomi dan penurunan pengangguran memang salah satu caranya adalah dengan masuknya investasi. Baik investasi padat modal san terutama investasi padat karya. Upaya meningkatkan masuknya investasi mesti diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing. Agar link and match dengan investasi khususnya industri yang masuk,” ucapnya. (SN)*

 

Sumber : https://www.kabar-banten.com/pemprov-banten-pangkas-perda-tumpang-tindih-investasi-asing-mendominasi/