Pemprov Tak Berani Larang Warga ke Banten Lama

Pemprov Tak Berani Larang Warga ke Banten Lama

SERANG, - Masjid Agung Banten dan tempat ziarah di kawasan Banten Lama, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang disemprot disinfektan oleh Satuan tugas (Satgas) penanganan virus korona Provinsi Banten, Selasa (17/3). Penyemprotan disinfektan dilakukan untuk pencegahan agar warga yang berkunjung ke Banten Lama tidak terinfeksi virus korona.

Berdasarkan pantauan Banten Raya di lapangan, puluhan personel gabungan dari BPBD Banten, DPRKP Banten, Distan Banten, DLHK Banten, Disperindag Banten, Satpol PP Banten, dan BPBD Kota Serang, melakukan penyemprotan di tempat-tempat yang rawan tersebarnya virus korona. Namun saat penyemprotan berlangsung, masih banyak pengunjung dari beberapa daerah di Provinsi Banten yang melakukan ziarah dan berwisata.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan, dilakukannya penyemprotan disinfektan karena Banten Lama salah satu destinasi wisata di Banten yang cukup terkenal, dan banyak didatangi pengunjung dari berbagai daerah. Oleh karena itu, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menginstruksikan agar tempat-tempat yang banyak kerumunan massa untuk dilakukan penyemprotan.“Ini untuk pencegahan lebih baik tentunya kita lakukan,” ujar Nana kepada wartawan di sela-sela kegiatan di kawasan Masjid Agung Banten Lama.

Selain kawasan Banten Lama, lanjut dia, pihaknya pun akan melakukan hal serupa di seluruh sarana umum yang banyak dikunjungi massa. Hal itu karena batas waktu kejadian luar biasa (KLB) wabah pandemi virus korona belum dapat ditentukan masa akhirnya.“Sesuai dengan keputusan kepala BNPB itu sudah diperpanjang status daruratnya sampai Mei nanti. Tentunya kegiatan ini harus kita lakukan secara terus menerus, sehingga tidak ada lagi warga Banten yang terinfeksi virus korona,” ucap dia.

Ia menyebutkan, personel gabungan dari satgas yang diterjunkan untuk melakukan penyemprotan dan bersih-bersih di kawasan Banten Lama sekitar puluhan orang.“Jadi memang keanggotaan tim gugus tugas ini meliputi seluruh OPD yang ada di Pemprov Banten dan seluruh unsur-unsur stakeholder juga kita libatkan,” ucapnya.

Kepala DPRKP Provinsi Banten M Yanuar menjelaskan, Banten Lama banyak dikunjungi massa karena salah satu objek wisata yang terkenal di Provinsi Banten.“Melihat mobilitas pengunjung di Banten lama ini cukup besar. Oleh karena itu, kami berupaya menyeterilkan beberapa titik yang diduga menjadi tempat bersentuhan dengan menyemprotkan disinfektan,” ujar Yanuar yang juga sebagai anggota satgas penanganan virus korona Provinsi Banten.

Ia mengatakan, pihaknya hingga saat ini tidak berani untuk melarang masyarakt untuk datang ke Banten Lama, khususnya ke tempat ziarah. Sebab, Pemprov Banten mengkhawatirkan timbulnya pembicaraan negatif.“Karena kan kalau kita melarang orang untuk ziarah atau datang ke masjid, nanti bahasanya masa orang mau ke salat dilarang. Makanya kami melakukan tindakan supaya potensi tertularnya semakin berkurang,” ucap dia.

Ia mengaku tindakan penyemprotan disinfektan ini akan dilakukan secara rutin dan tidak hanya di Banten Lama saja, melainkan di beberapa sarana publik lainnya.“Tempat lainnya juga. Namun ini kan tempat yang paling sering dikunjungi, apalagi Jumat, Sabtu, dan Minggu. Makanya ini yang paling kami antisipasi untuk disterlisasi,” jelasnya.

Salah seorang ibu bernama Ririn mengatakan, ia bersama keluarganya berkunjung ke Banten Lama karena kebetulan datang ke Kota Serang. “Kebetulan saya dan keluarga saya tadi habis dari kantor imigrasi. Jadi sekalian mampir aja ke sini (Banten Lama). Sekalian jalan-jalan,” ujar ibu asal Bojongmanik, Kabupaten Lebak ini.

Ia bersama keluarganya tak khawatir dengan adanya isu virus korona dan imbauan dari pemerintah agar tidak melakukan berpergian ke tempat-tempat yang banyak dikerumunan massa. “Ya tahu sih, tapi insya Allah gak lah. Karena tujuan kita kan mau silaturahmi dan ziarah,” katanya.



Sumberhttp://bantenraya.com/berita/2020/03/18/13471/pemprov-tak-berani-larang-warga-ke-banten-lama #ixzz6H6E0iknx