Relokasi PKL, Pemkot Serang-PP Sepakati Uji Kelayakan Bangunan Pasar Rau

Relokasi PKL, Pemkot Serang-PP Sepakati Uji Kelayakan Bangunan Pasar Rau

SERANG - Polemik penertiban dan relokasi pedagang kreatif lapangan (PKL) Pasar Induk Rau (PIR) akhirnya menemui kesepakatan, setelah Pemkot Serang dan Pemuda Pancasila (PP) duduk bersama dalam audiensi yang digelar di Aula Setda Pemkot Serang, Kamis (5/9/2019).

Dari hasil audiensi tersebut, disepakati bahwa relokasi pedagang dilakukan setelah uji kelayakan terhadap bangunan pasar tradisional terbesar di Kota Serang yang diresmikan Presiden Megawati pada tahun 2004 tersebut.

Audiensi dipimpin Wali Kota Serang Syafrudin yang didampingi Asda II dan III. Selain itu, hadir Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Banten Johan Arifin Muba, anggota DPRD Kota Serang Pujianto, dan pengelola PIR yakni PT Pesona Banten Persada.

“Kami lihat dari lantai dua sudah banyak rembes ke bawah. Apalagi, pedagang buah-buahan, sayuran di atas. Nanti pedagang kain kena rembesan ke bawah,” kata Ketua MPW PP Provinsi Banten Johan usai menggelar audiensi.

Pada prinsipnya, ucap dia, Pemuda Pancasila sebagai mitra pemerintah mendukung rencana relokasi tersebut. Namun, ia menginginkan para pedagang ditempatkan secara layak dan tidak merugikan. Sebab, konsep relokasi yang diusung pemkot bukan penggusuran. “Makanya kami mengusulkan kepada pemerintah, relokasi kami siap. Tapi, para pedagang ini ditempatkan layak,” ucapnya.

Hal hampir senada dikatakan anggota DPRD Kota Serang Pujiyanto, yang juga sangat mengapresiasi rencana relokasi PKL di PIR. Tapi, Pemkot harus memiliki komitmen agar para pedagang di PIR tidak dirugikan dalam rencana itu.

“Maka untuk menyatakan layak atau tidaknya, harus ada uji kelayakan dari lembaga profesional seperti Institut Teknologi Bandung (ITB). Saya yakin kalau sudah uji kelayakan, para pedagang mau,” kata politisi Nasdem itu.

Sebagai anggota DPRD Kota Serang, pria yang juga menjabat Ketua Majelis Cabang Pemuda Pancasila Kota Serang itu berencana membentuk panitia khusus (pansus) untuk mengkaji ulang terhadap pengelolaan di PIR. Hasilnya, nanti akan berupa reward atau punishment bagi pengelola saat ini.

“DPRD sendiri harus membentuk pansus dan memberikan punishment jika merugikan, mungkin diubah jadi BUMD,” ujarnya yang juga menjabat Ketua MPC PP Kota Serang.

Dari pihak pengelola PIR PT Pesona Banten Persada, Nurin Saputra sepakat jika ada uji kelayakan terhadap bangunan PIR. “Kami juga ingin yang terbaik untuk masyarakat Kota Serang maupun PKL Pasar Rau. Yang penting, tidak lagi terlihat kumuh maupun kusam, sehingga pengunjung pun merasa nyaman datang ke Pasar Rau,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Serang Syafrudin menyampaikan, Pemkot Serang menyepakati untuk digelarnya uji kelayakan terhadap bangunan yang dibangun pada tahun 2003. Uji kelayakan itu sesuai dengan permintaan Pemuda Pancasila.

Pedagang digeser

Meski bangunan itu diproyeksikan bertahan hingga 50 tahun, tetapi dikhawatirkan konstruksi bangunan sudah rapuh dan membahayakan karena jarang diisi. “Memang kalau tidak ada uji kelayakan akan berakibat fatal terhadap Pemkot Serang. Kalau roboh gedung Pasar Rau akan menjadi tanggung jawab Pemkot Serang,” tutur Syafrudin.

Untuk uji kelayakan itu, ucap dia, akan dikoordinasikan dengan Asda II Kota Serang untuk membuat permohonan uji kelayakan kepada lembaga Institut Teknologi Bandung (ITB) atau Politeknik Negeri Bandung (Polban). “Kami fokus ke kekuatan gedung. Setelah kekuatan gedung layak, baru penataan para pedagang,” ucapnya.

Sebelum adanya uji kelayakan pada bangunan PIR, pihaknya hanya akan menggeser mundur para pedagang di kawasan Terminal Cangkring dan tepi jalan agar tidak mengganggu transportasi. “Yang terdekat kita mundurin dulu para pedagang supaya lalu lintas kendaraan tidak terganggu,” ujarnya.

 

Sumber : https://www.kabar-banten.com/relokasi-pkl-pemkot-serang-pp-sepakati-uji-kelayakan-bangunan-pasar-rau/