Revitalisasi Pendopo Lama, Lestarikan Cagar Budaya dan Edukasi Bagi Warga Banten Akan Nilai Sejarah 

Revitalisasi Pendopo Lama, Lestarikan Cagar Budaya dan Edukasi Bagi Warga Banten Akan Nilai Sejarah 

Revitalisasi Pendopo Lama, Lestarikan Cagar Budaya dan Edukasi Bagi Warga Banten Akan Nilai Sejarah 

Banten,
Pemerintah Provinsi Banten, melalui Biro Umum Provinsi Banten telah merampungkan pembangunan revitalisasi pendopo lama di Jl. Brigjen Syam'un Kota Serang. Pembangunan tersebut dianggarkan dalam APBD selama dua tahun, yakni 2019 dan 2021 dengan total biaya Rp. 11.4 miliar.

Menurut Kepala Biro Umum Provinsi Banten, Nana Supiana, pembangunan revitalisasi itu akan difungsikan untuk gedung negara, yang nantinya digunakan untuk rapat-rapat gubernur Banten juga menerima tamu dari daerah atau tamu pemerintah pusat.

Selain itu, kata Nana, pembangunan ini bertujuan melestarikan cagar budaya Banten, karena bangunan pendopo lama ini bagian dari sejarah Banten. " Ada nilai edukasi bagi masyarakat Banten akan pendopa lama ini, karena ini bagian dari sejarah Banten yang merupakan simbol perjuangan rakyat Banten, " kata Nana kepada media, Selasa (7/12).

Menurut Nana, dalam pembangunan revitalisasi pendopo lama ini, ada dua tahap. Pertama, dengan Anggaran APBD Banten sebesar 5.8 Miliar yang dikhususkan untuk pembangunan ruang rapat Gubernur Banten, Mushola dan perbaikan rumah dinas Gubernur Banten yang difungsikan menjadi wisma atau rumah singgah bagi tamu kenegaraan maupun pejabat pemerintah pusat yang berkunjung ke Banten.

“Itu rencana Pak Gubernur Banten Wahidin Halim. Nanti kalau ada kunjungan dari tamu negara bisa istirahatnya di sini. Semacam wisma. Jadi enggak perlu lagi ke hotel,” papar Nana.

“Revitalisasi ini lebih fokus pada dua ruangan rapat dan rumdin. Pemprov belum punya ruangan rapat Gubernur yang representatif. Maka dengan adanya ruang rapat di sini nanti bisa untuk rapat-rapat koordinasi antar OPD dan antar kota dan kabupaten se Banten,” lanjut Kepala Biro Umum.

Sementara untuk tahap dua, kata Nana, Pemprov menganggarkan APBD sebesar Rp5.6 Miliar yang dikhususkan pembangunan revitalisasi gedung utama, taman (landscape) dan pembangunan tempat parkir (paving blok).

" Saat ini, gedung utama, sudah dipakai untuk acara-cara kordinasi antar daerah kota atau kabupaten se Banten, " kata Nana. 

Dalam pembangunan ini, kata Nana, Pihaknya juga berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten. “Revitalisasi ini hanya perbaikan yang rusak saja. Tidak mengenyampingkan cagar budayanya. Kami juga libatkan Balai Cagar Budaya,” tegas Nana.(adv)