Serapan Rendah, Tukin ASN Pemprov Banten Dipotong

Serapan Rendah, Tukin ASN Pemprov Banten Dipotong

SERANG – Sekda Banten Al Muktabar akan mengevaluasi kinerja ASN di lingkup Pemprov Banten. Apabila serapan anggaran masih rendah maka pejabat eselon I ini akan memotong tunjangan kinerja (tukin) pegawai yang bersangkutan.

Al mengaku akan memberikan punishment (hukuman) apabila rencana kerja dan realisasi pegawai tidak sesuai. “Pak Gubernur sudah perintahkan, reward and punishment,” ujar Al di kantor Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, KP3B, Selasa (17/9).

Al mengatakan, deviasi atau jarak antara realisasi keuangan dengan realisasi fisik harus disikapi. Bagi dia, hal itu menjadi bahan untuk menilai basis kinerja pegawai. “Memang sifat pekerjaan, ada yang sesuai kontraknya berakhir pada 25 dan 28 Desember, itu normatif tapi harus kita pacu,” terangnya.

Kata dia, meskipun di dalam kontrak pekerjaan ada konsekuensi yang harus diselesaikan. Namun, dengan serapan yang masih 63 persen menjadi warning baginya. “Bahwa belum ada progres secara maksimal, saya cek itu administratifnya seperti apa,” tutur Al.

Ia mengatakan, deviasi keuangan dan fisik adalah sebuah capaian. Biasanya keuangan lebih lambat daripada fisik. Namun, adanya space deviasi dapat dimaknai bahwa pegawai harus menggiatkan kinerja sesuai dengan basis tunjangan yang baik. “Maka, secara optimal harus tercapai kinerjanya,” tegas mantan Widyaiswara ini.

Terkait pemotongan tukin, ia mengaku sedang menghitung tukin kepada pegawai yang berbasis kinerja. “Kita sedang memformulakan relevansinya dengan kinerja. Metodenya, logika perencanaan, space terjadi, ada kegagalan perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban. Kan tiga itu siklusnya,” tandasnya.

Sementara Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Banten Mahdani mengatakan, Pemprov mengalokasikan anggaran yang besar untuk pembangunan infrastruktur. Sementara proses pembangunan di lapangan sedang berlangsung. “Kita membayar berdasarkan termin dan pelaksanaan,” terangnya.

Kata dia, realisasi penyerapan anggaran hingga pertengahan September yakni 63 persen. Jumlah itu masih wajar karena target realisasi keuangan sampai pertengahan September 66,08 persen.  (nna/alt/ags)

 

Sumber : https://www.radarbanten.co.id/serapan-rendah-tukin-asn-pemprov-banten-dipotong/