Triwulan III 2019, Peserta KB Aktif di Provinsi Banten Capai 1,9 Juta Akseptor

Triwulan III 2019, Peserta KB Aktif di Provinsi Banten Capai 1,9 Juta Akseptor

SERANG, (KB).- Peserta KB Aktif (PA) di Provinsi Banten hingga triwulan III 2019 sebanyak 1.946.644 akseptor dari target sebesar 1.975.986 akseptor atau sebesar 98,52 persen. Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Aan Jumhana, pada kegiatan ‘Evaluasi Capaian Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Provinsi Banten 2019’, di salah satu hotel di Kota Serang, Kamis (21/11/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan DP3AKKB Provinsi Banten, OPD KB kabupaten/kota se-Provinsi Banten, Pejabat Administrator OPD KB kabupaten/kota se-Provinsi Banten, serta Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Banten.

Aan mengatakan, berdasarkan data pencapaian peserta KB baru (PB) hingga triwulan III tahun 2019 ini sebesar 71,68 persen. Kemudian, target penambahan peserta KB aktif (additional user) sampai dengan bulan Desember 2019 sebanyak 13.513 akseptor.

“Data Oktober 2019 pencapaian peserta KB aktif (PA) mengalami penurunan sebanyak 14.445 akseptor, hal ini dikarenakan ada 6 kecamatan di Kabupaten Tangerang yang tidak melaporkan pencapaian peserta KB aktif (PA),” ujarnya.

Sementara jumlah unmetneed di Provinsi Banten triwulan III 2019 sebesar 12,45 persen, pembentukan PIK R/M di kampung KB sebesar 47,04 persen. Kemudian, kegiatan sosialisasi 1000 hari pertama kehidupan (HPK) di Kabupaten Pandeglang dan Lebak hingga triwulan III ini sebesar 90,92 persen dan 107,48 persen.

Kemudian profil kependudukan di masing-masing kabupaten/kota belum ada yang tersusun. Serta pokja advokasi baru tercapai 50 persen dari target yakni di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon.

Melihat data tersebut, kata dia, mengingatkan bahwa program KKBPK di Provinsi Banten pada triwulan III tahun 2019 ini masih jauh dari target yang ditetapkan. Oleh sebab itu, perlu ada upaya akselerasi pencapaian program KKBPK sampai dengan akhir Desember 2019.

“Ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam penguatan program KKBPK di Provinsi Banten yaitu kita perlu bersinergi, berkolaborasi  untuk melaksanakan kebijakan dan strategi pelaksanaan program KKBPK, terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah dengan pencapaian program yang masih rendah, baik antara perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi Banten maupun pemerintah kabupaten/kota,” ujar Aan.

Ia mengatakan, pihaknya menyadari bahwa tidak ada keberhasilan program pembangunan yang sukses yang dikerjakan sendirian.

“Kita tidak usah berpikir ego sektoral, berpikir dikotomi antara aparat pusat dan daerah, karena sejatinya masyarakat Banten-lah yang harus mendapat manfaat dan menikmati hasil pembangunannya,” ujar Aan.

Namun demikian, kata dia, kita harus optimis bahwa output program masih dapat dikejar, karena pemerintah menyediakan dana alokasi khusus (DAK) baik fisik maupun non fisik (BOKB) bagi kabupaten/kota. Untuk itu, pihaknya meminta OPD KB dapat mengawal dan menfasilitasi secara optimal pemanfaatan dana alokasi khusus (DAK) baik fisik maupun yang non fisik (BOKB) tersebut.

“Kebijakan DAK Sub Bidang KB untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, pelayanan KB serta kesehatan reproduksi dengan cara penyediaan sarana prasarana penyuluh KB yang bermutu, merata dan terjangkau di pelayanan kesehatan terutama bagi daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) guna mendukung pencapaian prioritas nasional,” ujar Aan. (KO)*

 

Sumber : https://www.kabar-banten.com/triwulan-iii-2019-peserta-kb-aktif-di-provinsi-banten-capai-1-9-juta-akseptor/