Di Universitas Pamulang, Gubernur Curhat Soal Etos Kerja Staf Pemprov Banten


TANGERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim menyoal tentang etos kerja sejumlah staf Pemerintahan Provinsi Banten. Itu dibeberkan Wahidin saat menjadi keynote speaker seminar yang dihelat di Kampus 2 Universitas Pamulang, Setu, Kamis (19/10).

Dalam seminar yang mengambil tema ”Pancasila sebagai Landasan Mempertahankan Nasionalisme dan Patriotisme bagi Generasi Milenial” itu, mantan Walikota Tangerang dua periode ini menyampaikan, masih banyak staf pemerintahan yang tidak disiplin. Juga tak maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Padahal, lanjut pria yang hobi olahraga bulutangkis ini, mereka sudah sering diingatkan.

”Contoh kecilnya, masuk kantor. Sudah ditetapkan paling telat itu jam 07.30. Tapi masih banyak yang masuk jam 09.00 dengan berbagai alasan. Ini contoh buruk bagi masyarakat kita,” kata pria yang juga hobi main catur ini di depan sekitar 15000-an mahasiswa Universitas Pamulang.

Guna meningkatkan etos kerja semua staf, pria yang akrab disapa WH ini kerap melakukan evaluasi. ”Misalnya kemarin, saya undang KPK (Komisi Pemberantas Korupsi-red). Maksudnya, biar tanpa saya minta staf bisa melakukan evaluasi. Memang butuh orang luar supaya mereka ini paham etos kerja,” ujar WH.

Pria kelahiran Tangerang ini menilai rendahnya etos kerja sejumlah staf ini menunjukkan kurangnya memaknai pemahaman pancasila. ”Mereka cuma hafal, bukan paham. Makanya, mumpung masih muda, saya harap seluruh mahasiswa bisa memahami apa itu etos kerja dan tanggung jawab. Ini yang selalu saya ingin ingatkan,” katanya.

Pengamat pemerintahan Agus Sjafari menilai ada banyak parameter yang harus dipenuhi oleh pegawai pemerintahan. Dia mencontohkan dalam pelayanan, sedikitnya pegawai harus memenuhi indikator yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan.

”Kalau tidak salah ada 10 indikator yang harus dipenuhi. Tinggal diukur saja, apakah seluruh indikator yang ditetapkan Permen itu dipenuhi atau tidak. Jadi tolok ukur,” kata lelaki yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa itu.

Dia menambahkan, seluruh pemenuhan indikator tersebut bisa dinilai oleh masyarakat sendiri, yang kemudian dihimpun oleh Gubernur Banten. ”Kalau Pak WH saja mengeluhkan berarti memang masih banyak yang perlu diperbaiki,” ujar Agus.

Dengan keluhan ini Agus menegaskan pendapat yang sama dengan orang nomor satu di Banten itu. ”Saya sepakat, pegawai pemerintahan harus banyak dievaluasi,” pungkasnya.

Selain Wahidin, seminar ini juga dihadiri Guru Besar UGM Doktor Koelan dan Pendiri Asosiasi Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kol. Inf (Purn) Djunaedi.
Rektor Unpam Dayat Hidayat mengatakan, diundangnya Gubernur Wahidin mengisi seminar ini, diharapkan dapat memotivasi seluruh mahasiswa. ”Kita ingin mencetak mahasiswa yang memiliki sifat-sifat positif. Karena itu mengundang Pak Gubernur,” kata Dayat usai seminar. (MG-04/RBG)


Tentang Kami


Statistik Kunjungan