• Saturday, 22 September 2018
  • NILAI EKSPOR BANTEN TERUS NAIK


    Nilai ekspor Banten terus menunjukkan peningkatan. Setelah pada April mampu menyentuh angka USD 1.012,35 juta atau naik 2,48 persen, pada Mei kembali naik 13,34 persen menjadi USD 1.147,37 juta. Demikian dengan nilai impor yang juga naik sebesar 4 persen dari USD 1.163,70 juta menjadi USD 1.210,31 juta.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Agoes Soebeno mengatakan, nilai ekspor Banten menunjukan tren naik. Kenaikan terjadi juga terjadi untuk April, demikian juga pada Mei dengan peningkatan 13,34 persen menjadi USD 1.147,37 juta. Semua sektor pada ekspor nonmigas mengalami kenaikan baik industri, pertanian, maupun tambang.

    “Peningkatan ekspor tersebut terutama disebabkan oleh ekspor nonmigas Mei 2018 yang mengalami peningkatan 13,85 persen di banding April 2018. Nilainya dari USD 993,12 juta menjadi USD 1.130,69 juta,” ujar Agoes melalui keterangan tertulisnya, Rabu (4/7/2018).

    Agoes menuturkan, hal sebaliknya terjadi pada ekspor yang migas turun 13,24 persen dibanding bulan sebelumnya, dari USD 19,23 juta menjadi USD 16,68 juta. Khusus ekspor migas, peningkatan tersebut disebabkan oleh nilai ekspor komoditi hasil minyak yang mengalami peningkatan, mengingat pada komoditi gas terjadi penurunan nilai. 

    “Sedangkan pada minyak mentah tidak terdapat kegiatan ekspor pada Mei 2018. Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Mei 2018 yakni Amerika Serikat dengan nilai ekspor USD 152,75 juta,” katanya.

    Dibanding kondisi bulan yang sama di 2017, kata dia, nilai ekspor Banten Mei 2018 mengalami peningkatan 14,54 persen. Peningkatan nilai ekspor tersebut didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 12,91 persen dan didukung oleh kenaikan ekspor yang sangat tinggi pada barang migas. 

    “Untuk nilai ekspor kumulatif Banten untuk periode Januari hingga Mei 2018 mencapai USD 5.034,11 juta atau meningkat 6,55 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ekspor periode tersebut lebih disebabkan oleh ekspor nonmigas yang meningkat 5,53 persen dan dikuatkan oleh meningkatnya ekspor barang migas yang cukup signifikan,” ungkapnya.

    Lebih lanjut diungkapkan Agoes, kemudian untuk impor Banten Mei mengalami peningkatan sebesar    4,00 persen dibanding April 2018, dari USD 1.163,70 juta menjadi USD 1.210,31 juta. Impor nonmigas pada Mei mengalami penurunan 2,60 persen dari USD 820,23 juta menjadi USD 798,89 juta. 

    Sedangkan impor migas naik 19,78 persen dari USD 343,48 juta menjadi USD 411,42 juta. Nilai impor nonmigas terbesar pada Mei berasal dari golongan barang bahan kimia organik (HS 29) yang mencapai USD 241,43 juta.

    “Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Mei adalah Thailand dengan nilai impor sebesar USD 134,46 juta. Nilai impor menurut golongan penggunaan barang untuk Mei 2018 mengalami peningkatan nilai pada bahan baku maupun barang modal. Sebaliknya, barang konsumsi terjadi penurunan nilai,” paparnya. 

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Soeharso mengatakan, untuk meningkatkan nilai ekspor pihaknya saat ini sedang mendorong produk pertanian di Banten agar bisa dijual ke luar Indonesia.

    “Ada kekhawatiran impor beras akan menurunkan harga beras petani lokal. Untuk mengimbangi itu saya berpikir bagaimana jika beras petani diekspor saja? Kalau memang stok sudah melimpah,” ujarnya. 

    Sumber : https://bantenprov.go.id/read/berita-skpd/7664/Nilai-Ekspor-Banten-Terus-Naik.html

     


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan