• Monday, 12 November 2018
  • Dianggarkan di APBD 2019, Bantuan Ponpes Bertambah


    SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov) berencana kembali menganggarkan bantuan untuk pondok pesantren (Ponpes) di Provinsi Banten pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019. Rencananya, nominal bantuan akan bertambah dari nominal tahun sebelumnya.

    Diketahui, pada ABPD 2018 Pemprov Banten telah memberikan bantuan kepada 3.264 ponpes se-Provinsi Banten sebesar Rp 20 juta per ponpes. Bantuan diberikan sebagai bentuk perhatian Pemprov Banten kepada ponpes di Provinsi Banten.

    Gubernur Banten, Wahidin Halim membenarkan, pihaknya akan kembali mengajukan bantuan untuk pesantren pada APBD 2018. ”Ada (bantuan untuk ponpes pada APBD 2019),” katanya ditemui di Kampus UIN SMH Banten usai menghadiri acara diesnatalis UIN SMH Banten, Selasa (16/10/2018).

    Disinggung apakah akan ada penambahan nominal dari bantuan tahun sebelumnya, mantan Wali Kota Tangerang ini mengaku, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan kajian. Penambahan mungkin saja dilakukan selama kajiannya terutama dari sisi hukum memperbolehkan.

    ”Lihat ketentuan nanti, ada (kemungkinan penambahan). Tapi memang kita lihat dari aturan, boleh enggak kita tambah,” ucapnya.

    Terkait jumlah ponpes penerima, ia akan memverifikasi ulang jumlah ponpes di Banten. Pemprov bisa saja menambah jumlah penerima selama verifikasi memungkinkan adanya penambahan. ”Kita akan lihat lagi kita akan verifikasi,” tuturnya.

    Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan langsung diserahkan kepada ponpes. Soal peruntukannya ia juga menyerahkan kepada ponpes yang menerima. ”(Peruntukannya) ya nanti kita serahkan ke pondok pesantren,” kata pria yang juga mantan Anggota DPR RI dari Partai Demokrat ini.

    Di tempat yang sama, Kepala Kanwil Kemenag Banten, H A Bazari Syam bersyukur jika Pemprov Banten kembali menganggarkan bantuan untuk ponpes pada APBD 2019. ”Ya kita sangat bersyukur, sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur yang mengalokasikan anggaran untuk ponpes,” katanya.

    Ia berharap pendistribusian bantuan tersebut lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, ia juga berharap bantuan dapat memberikan stimulus kepada ponpes untuk meningkatkan kualitas masing-masing. ”Bantuan ini bisa meningkatkan kualitas pengembangan pendidikan pondok pesantren,” ujarnya.

    Menurutnya, ponpes dapat memaknai bantuan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada ponpes. ”Tentu saja diimbangi dengan bagaimana ponpes mampu melahirkan kadernya anak santri, yang bisa berkontribusi secara langsung dalam pembangunan. Karena sesungguhnya negara ini sejak awal itu kontribusi terbesarnya dari para santri,” ucapnya.

    Terkait nominal bantuan, ia menuturkan, besar kecilnya bantuan tidak menjadi persoalan. Paling penting adalah bantuan dapat memberikan makna terhadap ponpes.

    ”Ke depan bantuan itu juga lebih terkonsentrasi pada arah, misalnya nilai Rp 20 juta itu bisa memberikan dalam bentuk apa, kalau diberikan kepada pondok pesantren Rp 50 juta juga seperti apa. Pada prinsipnya bukan sekadar kuantitas tetapi bantuan itu bisa memiliki nilai kualitas,” tutur Bazari. (SN)*


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan