• Wednesday, 27 March 2019
  • APBD Perubahan 2018 Banten, Penyertaan Modal Bank Banten senilai Rp 175 Miliar tak Terserap


    SERANG, (KB).- Penyertaan modal untuk Bank Banten senilai Rp 175 miliar pada APBD Perubahan Provinsi Banten 2018 tidak terserap. Anggaran ratusan miliar tersebut tidak dapat direalisasikan dan menjadi sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) karena belum ada rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten, Mahdani mengatakan, penyertaan modal tidak dapat disalurkan karena belum ada rekomendasi dari KPK. Anggaran itu akan dikeluarkan jika sudah mendapatkan restu dari KPK.

    “Masih minta kepastian dulu. Nanti kami akan tindak lanjuti lagi,” ujarnya ditemui wartawan di Kantor Bappeda Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (7/1/2019).

    Terkait serapan anggaran tahun 2018, kata dia, secara umum realisasi serapan keuangan sudah berada di angka 90 persen dan fisik sebesar 94 persen.

    “Yang tak terserap berarti memang ada biaya yang tak terpakai seperti dana TT (tak terduga) kemarin 2018. Selanjutnya OPD dari perjalanan dinas, memang efisiensi juga masuk ke situ. Yang kelihatan besar yang di antaranya realisasi Bank Banten Rp 175 miliar,” ucapnya.

    Menurut dia, kalkulasi silpa untuk tahun anggaran 2018 mencapai sekitar Rp 1 triliun lebih. Dana itu digunakan untuk menutupi beberapa kebutuhan. Di antaranya untuk menutup defisit belanja daerah pada APBD 2019 senilai Rp 457 miliar. Sedangkan sisanya akan disimpan ke kas daerah.

    “Sekarang yang sudah terlihat Rp 1 triliun lebih. Kalau silpa yang dipasang di APBD 2019 kan Rp 457 miliar. Selisihnya mungkin dipakai di perubahan, kan enggak bisa dipakai sekarang juga,” tuturnya.

    Belum lengkap

    Ketua Harian Badan Anggaran DPRD Provinsi Banten, Budi Prajogo membenarkan penyertaan modal untuk Bank Banten senilai Rp 175 miliar pada Perubahan APDB Banten 2018 tidak terserap. Alasannya, kata dia, disebabkan syarat administratif dari PT BGD yang belum lengkap. Namun, anggaran dapat digunakan lagi jika dianggarkan kembali pada perubahan APBD 2019.

    Terkait nasib penyertaan untuk bank yang senilai Rp 131 miliar pada APBD 2019, kata dia, secara normatif anggaran tersebut sudah disahkan, sehingga dapat dimanfaatkan pada 2019. “Secara normatif bisa dimanfaatkan di tahun 2019,” kata Budi. (SN)*


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan